Sabtu, 31 Desember 2011

2011-2012

Posisi sekarang 31 Desember 2011, 1 Januari 2012 sudah di depan mata.

Lebih baik kita introspeksi diri dalam setahun apa saja hal besar yang sudah kita lakukan. Introspeksi itu harus setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, dan setiap tahun.

Kenapa banyak? Yah agar kesalahan kita dari yang terkecil sampai besar berhasil ter-scan sehingga bisa diperbaiki.

Kalau bisa sih tahun baru jangan ingin kumpul-kumpul dan pesta kembang apinya saja, sayang. Setelah kembang api selesai, tetap menatap ke langit, lalu ingat-ingat apa saja kesalahan kita yang harus diperbaiki, cita-cita kita yang harus kita kejar, dan mimpi-mimpi kita yang harus perbaiki.

Sekian postingan penghujung tahun, semoga Allah melimpahkan kebaikan untuk kita di setiap saat. Selamat tahun baru. :D

Selasa, 27 Desember 2011

Proposal TA

Tugas akhir semester beberapa mata kuliah memang benar-benar mematikan aktivitas internetan saya, yang biasanya main game-nya banyak, sangat jauh berkurang. Begitu juga dengan blogging, sampai-sampai saya bolong beberapa hari.

Tugas proposal TA ini bukan beneran proposal untuk mengajukan TA, karena syarat sks saya belum cukup, dan ada nilai yang masih D. hehehe...

Tapi suasanya memang beneran kerasa, yang sebelumnya cuman copas, sekarang sudah harus bener-bener baca dan analisa, lalu ketik-ketik, kutip-kutip, dan harus sesuai format.

Walaupun begitu tapi tidak menyurutkan semangat saya untuk tugas akhir, dibandingkan kerja praktek. Hehehe...

Jumat, 16 Desember 2011

Internet Untuk Rakyat

Memang benar internet itu dibutuhkan rakyat. Termasuk saya, internet bagi saya sudah menjadi kebutuhan hidup. Bagaimana tidak, mengerjakan tugas, memeriksa tugas, belajar, mencari info beasiswa, mencari info pekerjaan, bersosialisasi lewat rumah, termasuk membuat janji dengan orang.

Bahkan bagi sebagian orang internet sudah menjadi alat untuk mencari uang. Internet memang sudah meledak dan makin lama semakin murah. Walau belum semurah di luar negeri. Mungkin tepat juga internet untuk rakyat seperti iklan provider telepon seluler. Digambarkan dengan semangkok mie ayam (atau sejenis), mungkin menggambarkan betapa murahnya internet sekarang dibandingkan beberapa tahun lalu.

Internet termasuk teknologi modern, yang memiliki dua sisi, baik dan buruk, yin dan yang, hitam dan putih dan analogi lainnya. Buruknya, internet sangat mudah disalahgunakan, pornografi, kekerasan, menyebar kebencian, menyebar isu SARA yang memicu konflik, hingga hal-hal lain yang tidak kita sadari.
Misalnya, tidak sadar dengan terlalu sering berinternet atau duduk di depan komputer seharian, membuat kiat lupa bahwa kita adalah mahluk sosial yang harus berkomunikasi dengan manusia lain secara langsung.

Well, bagaimanapun juga. Internet untuk rakyat.

Sabtu, 10 Desember 2011

Movie Review: Temple Grandin

Ini adalah salah satu film yang paling keren selama 21 tahun umur saya. Film ini berjudul Temple Grandin, menceritakan hidup Temple Grandin, seorang wanita dengan autisme yang menjadi salah satu orang sukses di dunia. Film ini cocok untuk mahasiswa fakultas peternakan, psikologi, dan para orang tua yang memiliki anak dengan autisme.



Temple Grandin dilahirkan dengan autisme, dan tidak bisa berbicara hingga umur 4 tahun. Dia tidak menyukai aljabar maupun bahasa, namun dia sangat menyukai sains. Percaya atau tidak, Temple Grandin sekarang adalah seorang  Doktor. Dia berbicara melalui gambar, kemampuan visualnya sangat luar biasa, dia bisa mengingat banyak hal dalam bentuk gambar, dia juga memperhatikan hal-hal kecil, dan juga sangat cerdas.

Suatu hari dia mengunjungi bibinya dan bekerja di peternakannya. Dia melihat sapi yang ketakutan merasa tenang ketika dimasukkan ke cattle crush. Dia pun tertarik hingga saat dia mengalami panik, dia masuk ke dalam alat tersebut dan merasakan ketenangan, karena dia tidak suka bersentuhan dengan orang lain maka dia memilih mesin itu ketimbang dipeluk.

Saat masuk kuliah, dia masuk membuat mesin itu dalam versi ukuran manusia untuk dirinya. Namun pihak sekolah melarang hal tersebut, dan sempat membuangnya. Pihak sekolah mengatakan tidak ada bukti ilmiah mesin itu bisa menenangkan seperti yang Temple rasakan, namun dia berkata dia bisa melakukan penelitian.

Akhirnya dia pun melakukan penelitian dengan metode survey statistik. Dia meminta teman-temannya masuk ke dalam mesin tersebut lalu menanyakan apa yang dirasakan, ada yang merasakan klaustrophobia (ketakutan atas ruang sempit), biasa saja, tenang, hingga sangat. Banyak siswa yang merasakan tenang, hingga dia boleh menyimpan mesin tersebut.

Setelah dia lulus, dia pun bekerja di sebuah peternakan, dia pun akhirnya meneliti tentang sapi, apa yang terjadi dari lenguhan-lenguhan mereka, dan bagaimana mendesain jalur penenang ternak sebelum masuk ke rumah penjagalan. Dia pun menjadikan itu sebagai thesisnya.

Hingga suatu saat tulisannya tentang penelitian di majalah disambut baik, dia mulai menulis banyak artikel tentang peternakan di majalah-majalah. Dia pun mulai tenar, dan berkesempatan mengimplementasikan desain sistemnya. Dan menuai kesuksesan.

Di bagian akhir dia datang ke konferensi autisme, hebatnya Temple Grandin adalah dia bisa mengutarakan perasaan dan pemikirannya sebagai anak autisme kepada audiens yang para orang tua yang memiliki anak dengan autisme. Semua orang pun ingin mendengar hal itu darinya dan meminta dia berbicara di depan.

Ada kalimat bagus yang saya ingat tentang orang dengan autisme: "Different, but not less", yang artinya "berbeda, tapi tidak kurang".

Film ini sangat-sangat bagus, dan mengajarkan kita bahwa yang berbeda pun bisa sukses, kita seharusnya bisa lebih sukses. Itulah anugerah Tuhan. Memberikan yang kita butuhkan.
Tulisan ini pun saya tulis dengan sangat mengalir karena film ini terekam jelas karena sangat fantastis. Outstanding! Sangat disarankan untuk disaksikan. Oh iya, film ini bukan film bioskop, diputarnya di HBO. Mungkin harus nonton online atau download. :D

Senin, 05 Desember 2011

Donor Darah

Berhubung saya hobi donor darah, kali ini saya mau berbagi pengalaman donor darah.

Yang pertama, donor darah itu menyehatkan. Setelah darah kita diambil, dalam beberapa minggu tubuh akan memproduksi darah baru lagi. Dan itu adalah darah muda (bukan lagu dangdut). Darah fresh yang masih segar.

Yang kedua, donor darah itu menyenangkan. Donor darah itu menyenangkan, kenapa? Banyak alasannya. Misal, bisa sekalian kumpul dengan teman yang sesama rutin donor darah. Atau saat tensi darah dokternya cantik. Aheeeuuuyy. :D :D

Yang ketiga, donor darah itu mengenyangkan. Setelah donor darah, kita akan diberi sajian makanan ringan. Baik donor di kantor PMI nya, atau di mobil transfusi darah pasti di kasih makanan. Teman saya pernah donor darah sebelumnya dikasih J.CO. Alhamdulillah..

Yang keempat, donor darah itu membahagiakan. Insya Allah kita akan mendapatkan pahala setelah mendonor. Mengingat banyak sekali pasien yang membutuhkan transfusi darah untuk menyelamatkan nyawa. :)

Sekian dulu deh, mungkin nanti kalo terinspirasi akan saya tambah lagi.

Fin. :D

Kamis, 01 Desember 2011

Belajar


Mempelajari hal (kasus: materi kuliah) yang sangat memusingkan itu terkadang menyenangkan. Apalagi jika mempelajari hal itu bersama orang yang sama-sama belum mengerti. Kita dipaksa memeras otak memutar otak dan membanting otak, hingga bagaimana memahami hal itu walaupun hanya selangkah. Walau langkah itu kecil tapi tetap kita merasa harus melakukan karena dengan langkah kecil itulah kita akan mencapai tujuan. 0, 1, 2, 3. ..., N.

Kalau buat saya memang mempelajari pelajaran dengan sesama yang belum memahamai merasa menyenangkan, apalagi sewaktu memahami walau satu point, serasa menjadi lebih pintar. :D
Apa yang menyenangkan? Tentu saja perjuangannya, perjuangan mencari sana, mencari sini demi memahamai walau satu point.
Beda dengan memahami dari orang yang lebih mengerti. Untuk kasus sosial mungkin ini lebih baik, tapi untuk sains saya suka memahami sendiri kecuali kalau benar-benar mentok.
Bukan berarti saya tidak suka jika diajari atau tahu dari orang lain, hanya saja terkadang tidak merasa berjuang. :D
Hal lainnya, mungkin bisa melatih otak juga kali yah. Sama seperti catur, main sendiri = memeras otak. Banyak dibantu = ?  *Isi sendiri. :D