Sabtu, 21 Januari 2012

Megaupload dan SOPA PIPA

Berkait SOPA dan PIPA di postingan saya yang lalu. Ternyata FBI dan Departemen Kehakiman AS telah memaksa menutup salah satu situs file sharing terpopuler, Megaupload.
Megaupload ditutup karena terdapat banyak konten-konten bajakan seperti film-film terbaru.

Berhubungan dengan SOPA dan PIPA, semua situs yang mendukung terjadinya pembajakan akan ditutup. Dan termasuk situs file sharing.

Lebih jauh lagi, apa lagi yang kiranya akan menjadi korban?

Menurut gosip yang beredar, SOPA dan PIPA adalah lobi dari pihak Hollywood karena sakit hati atas banyaknya pembajakan produk Hollywood. Dan gosip juga, para penentang yang belakangan melakukan protes melalui situsnya merupakan kubu Silicon Valley. Silicon Valley adalah daerah dimana banyak perusahaan bisnis hi-tech. Diantaranya Google, Yahoo, Facebook, Cisco, dan banyak lainnya.

Megaupload sudah online kembali, tapi tidak dengan domain megaupload.com.
Hal ini sama seperti efektivitas SOPA dan PIPA di postingan saya sebelumnya. Dimana situs yang ditutup bisa dengan cepat muncul kembali. Namun kali ini megaupload tidak menggunakan nama domain, tapi masih menggunakan IP address 109.236.83.66.

Yap, kita lihat saja situs mana lagi yang akan ditutup. :D

Kamis, 19 Januari 2012

SOPA dan PIPA: Apa itu?

Belakangan dunia internet ramai membahas yang namanya SOPA dan PIPA. Tapi masyarakat awam pasti bingung. Makhluk apakah itu? Apa wujudnya? Kenapa ramai diperbincangkan?
Di sini saya hadir sebagai pemberi informasi inti tentang SOPA dan PIPA. Kalau saya ada kesalahan mohon dikoreksi.


SOPA dan PIPA adalah rancangan Undang-Undang di Amerika Serikat. Jadi rancangan ini belum sah menjadi undang-undang, baru rancangan saja.

SOPA (Stop Online Piracy Act)
SOPA dikeluarkan oleh United States House of Representatives (seperti DPR di Indonesia), bertujuan untuk mencegah pembajakan atau pelanggaran hak cipta juga hak atas kekayaan intelektual di dunia internet, seperti pembajakan lagu, film, atau barang tiruan alias kw.

Siapa yang terancam?
Semuanya. Misal jika Anda membuat blog di wordpress atau blogger dan menyediakan link download film bajakan, maka domain itu akan di blok, atau setidaknya situs itu akan di blok oleh ISP, pokoknya semua situs yang mendukung pembajakan itu termasuk file hostingnya seperti rapidshare.
Contoh lain misalnya user yang mengupload tanpa izin video yang memiliki hak cipta ke Youtube, maka akan dihukum lima hingga sepuluh tahun penjara, atau mungkin juga Youtube itu diblok.

Bagaimana efektivitasnya?
Menurut Edward J. Black, presiden dan CEO dari Computer & Communication Industry Association, aturan ini tidak akan berpengaruh bagi usaha menghentikan pembajakan. Karena dengan mudahnya situs yang diblok muncul kembali dengan perubahan nama.

PIPA (PROTECT IP Act)
PROTECT IP Act dengan nama resmi Preventing Real Online Threats to Economic Creativity and Theft of Intellectual Property Act of 2011, dikeluarkan oleh Senat Amerika Serikat. RUU ini mirip dengan SOPA namun lebih sadis, karena menyangkut luar AS.

Siapa yang terancam?
Semuanya, bahkan di luar AS. Sama seperti SOPA, namun RUU ini akan mengijinkan pemerintah AS dan perusahaan pemegang hak cipta (misal film) untuk menarget situs yang menyediakan konten yang memiliki hak cipta. Termasuk situs yang memberi jalan (link) ke situs tersebut, misal Google atau Yahoo agar (i) menghapus akses ke situs pembajakan tersebut (tidak menampilkan hasil pencarian), atau (ii) tidak memberi link ke situs tersebut (yang ini saya kurang mengerti -red).

Bagaimana efektivitasnya?
Mungkin akan kecil sama seperti SOPA, namun berhubung PIPA ini melibatkan mesin pencari dimana situs awal orang mencari situs lain, mungkin akan cukup lebih berdampak situs pembajakan sulit ditemukan.

Kita lihat saja bagaimana RUU ini nantinya. Yang jika disahkan akan sangat berdampak pada dunia per-internet-an. :D

Selasa, 17 Januari 2012

Movie Review: Blue Swallow

Setelah enam hari tidak posting dikarenakan keasyikan main game. Akhirnya saya kembali posting dengan review film tahun 2005 dari Korea dengan judul Blue Swallow.

Blue Swallow atau dalam bahasa Korea berjudul Cheong-Yeon ini bercerita tentang Park Kyung-won, salah satu pilot wanita generasi pertama di Korea. Walaupun saat itu dia belajar di sekolah penerbangan Jepang.

Sejak kecil Park Kyung-won bercita-cita menjadi pilot, akhirnya dia memutuskan pergi ke Jepang. Di sana dia bertemu rivalnya Gibe Masako, namun akhirnya menjadi sahabat karena dia menyelamatkan Gibe saat berduel reli pesawat.

Di Jepang dia bertemu Han Ji-hyuk, orang Korea yang menjadi tentara Jepang, mereka pun menjadi sepasang kekasih.

Suatu hari, temannya yang akan mengikuti turnamen penerbangan di bagian turnamen ketinggian meninggal saat latihan. Dia pun diharuskan menggantikannya oleh pimpinan sekolah, karena kemampuannya yang luar biasa diakui oleh pelatihnya.

Tidak disangka dia membuat sekolahnya memenangkan turnamen dengan terbang setinggi 4500 meter. Dia pun semakin menjadi terkenal hingga akan melakukan penerbangan jarak jauh dari Jepang ke daerah RRC.
Penggalangan dana pun diadakan, namun antusias orang Korea sangat kecil karena Park Kyung-won di anggap berkhianat karena dia terbang atas nama Jepang.

Pada 7 Agustus 1933, dia lepas landas dari bandara Haneda di Tokyo. Sekitar 42 menit kemudian, karena cuaca yang buruk, pesawatnya jatuh dan Park Kyung-won meninggal, di dekat Hakone, prefektur Kanagawa. Setelah sebelumnya dia diperintah kembali, namun menolak dan memutuskan tetap terbang.

Film ini mengajak kita terus menatap layar tanpa berkedip, terutama saat dia berlomba. Diiringi dengan musik yang sangat pas dengan keadaan, dan tidak akan bosan disaksikan beberapa kali. Film ini merupakan salah satu film yang harus disaksikan bagi para pecinta film dengan cerita yang bagus (???) :D.

Selasa, 10 Januari 2012

Buku Cetak vs Buku Digital

Sudah banyak sekali postingan-postingan para blogger-blogger di dunia tentang buku cetak vs buku elektronik. Dan mereka mengungkapkan pandangan masing-masing. Termasuk saya.


Ebook memang praktis, bisa "masuk" flashdisk yang kecil, tidak perlu kertas. Yang katanya menghemat kertas yang harus menebang pohon.

Tapi, buat saya membaca ebook itu sangat tidak nyaman, mungkin karena harus di depan laptop. Berhubung saya tidak punya sejenis ebook reader. Menatap layar laptop itu bukan hal yang menyenangkan, walaupun saya sendiri bisa memakan waktu lama untuk online facebook.

Itulah salah satu alasan saya, kenikmatan membaca buku tercetak itu tidak ada duanya. Memang ebook memberi kemudahan. Kira-kira sama seperti kamera analog vs kamera digital.

Soal go green, buku memang terbuat dari kayu pohon, belum lagi plastik untuk bungkus, juga listrik untuk menghidupkan mesin cetaknya. Solusinya, mungkin seharusnya para penerbit itu menggunakan kertas daur ulang, lalu covernya sudah termasuk laminasi. Lalu untuk menebang pohon, pilih yang sudah tua. Dan solusi lain yang tidak saya ketahui.

Tapi perlu diingat baca ebook bukan berarti nol atau tanpa efek buruk sama sekali. Ebook reader atau laptop atau ipad, pun membutuhkan emisi untuk membuatnya. Belum lagi harus di charge kalau baterainya habis. Solusinya, kata orang yang sudah menggunakan laptop, ipad, dan ebook reader, menggunakan ebook reader jauh lebih nyaman bagi mata ketimbang ipad dan laptop. Solusi untuk emisi manufaktur device tersebut, terapkan ilmu green computing.

membaca buku kertas itu, saat wangi kertasnya tercium, saat suara membalik halamannya terdengar, saat menyelipkan pembatas buku, dan saat mengatur buku di rak buku. Semuanya ada kenikmatannya tersendiri, yang mungkin tidak akan tergantikan oleh ebook.

Buat saya, buku tercetak tidak akan hilang. Dan tidak akan kehilangan pasar, juga akan selalu ada di hati para pecintanya sendiri.

Senin, 09 Januari 2012

Semangat Membaca

Entah kenapa mendadak saya pengen beli novel, bukan novel teenlit yang pasti, bukan novel twilight atau harry potter yang pasti.

Kali ini novel yang ingin saya beli adalah The Heike Story, versi novel dari Heike Monogotari atau The Tale of the Heike. Novel epik ini menceritakan Kyoto abad ke-12. Yang saat berjayanya klan Heike atau Taira dengan tokohnya Kiyomori. Melawan klan Genji, dengan tokohnya yang populer Yoshitsune.

Setelah pergi ke toko buku diskon terdekat, saya cari buku itu dan liat harganya. Yak, harganya cukup bagus. Sekitar 90.000an. Insya Allah saya mau beli setelah gajian asdos cair. Hehehe...

Setelah keliling-keliling, saya pun liat novel historik lain. Dan saya pun tertarik. Wajar, saya sendiri menyukai kisah historis dan kisah nyata. Tapi bukan berarti tidak menyukai yang lain.

Budaya membaca di Indonesia memang kurang. Kemarin saya, kakak, pacarnya, dan ibu mengobrol. Tentang bagaimana sepinya perpustakaan daerah Bandung. Di Indonesia, perpustakaan itu tempat yang angker, sepi, dan horror bagi sebagian orang. Kalau lihat perpustakaan luar negeri, kesannnya bersih, terang, dan ramai. Gak cuman di film aja, tapi di dokumenter juga.

Habis gimana, orang tua sekarang facebookan mulu, sama kayak saya. Tapi yang jelas, budaya yang baik itu harus diajarkan ke anak kecil sejak dini. Namanya juga kertas putih, ditulis-tulis akan tertulis terus sampai kertas itu tiada.

Yap, sekian postingan hari ini. Selamat malam.
Assallammu'alaikum.

Minggu, 01 Januari 2012

Greetings 2012

Akhirnya 2012 pun datang. Daripada dengerin "resolusi" artis-artis yang ga pengaruh ke kehidupan kita. Lebih baik mikirin diri sendiri, bagaimana menjadi orang yang baik dan benar. Sehingga bisa menjadi pengaruh yang baik ke orang lain. :D

Buat yang baca blog ini, jangan juga dengerin rencana saya di 2012. Karena belum tentu berpengaruh kepada Anda.

Rencana saya tahun ini adalah, beresin KP, beresin TA, dan beresin kuliah. Itu yang utama, yang lain-lain bagaimana keadaan aja. Misal ujian aikido ke Kyu 3. Tapi ga saya target, soalnya baru banget ke Kyu 4 nya.

Lalu yang pasti terus mendekatkan diri kepada Tuhan. Berhubung saya ini belum termasuk muslim yang sangat taat. Saya harus terus meningkatkan ketaqwaan. Hehe..

Mengenai film 2012 yang bilang 21 Desember 2012 adalah kiamat, orang Maya sendiri bilang kalau tanggal itu sendiri adalah pergantian kalender. Bukan kiamat. Bukan maksud apa-apa, cuman menenangkan saja. Ternyata ada interpretasi yang salah, dasar film, gampang banget jadi propaganda.