Kamis, 19 Januari 2012

SOPA dan PIPA: Apa itu?

Belakangan dunia internet ramai membahas yang namanya SOPA dan PIPA. Tapi masyarakat awam pasti bingung. Makhluk apakah itu? Apa wujudnya? Kenapa ramai diperbincangkan?
Di sini saya hadir sebagai pemberi informasi inti tentang SOPA dan PIPA. Kalau saya ada kesalahan mohon dikoreksi.


SOPA dan PIPA adalah rancangan Undang-Undang di Amerika Serikat. Jadi rancangan ini belum sah menjadi undang-undang, baru rancangan saja.

SOPA (Stop Online Piracy Act)
SOPA dikeluarkan oleh United States House of Representatives (seperti DPR di Indonesia), bertujuan untuk mencegah pembajakan atau pelanggaran hak cipta juga hak atas kekayaan intelektual di dunia internet, seperti pembajakan lagu, film, atau barang tiruan alias kw.

Siapa yang terancam?
Semuanya. Misal jika Anda membuat blog di wordpress atau blogger dan menyediakan link download film bajakan, maka domain itu akan di blok, atau setidaknya situs itu akan di blok oleh ISP, pokoknya semua situs yang mendukung pembajakan itu termasuk file hostingnya seperti rapidshare.
Contoh lain misalnya user yang mengupload tanpa izin video yang memiliki hak cipta ke Youtube, maka akan dihukum lima hingga sepuluh tahun penjara, atau mungkin juga Youtube itu diblok.

Bagaimana efektivitasnya?
Menurut Edward J. Black, presiden dan CEO dari Computer & Communication Industry Association, aturan ini tidak akan berpengaruh bagi usaha menghentikan pembajakan. Karena dengan mudahnya situs yang diblok muncul kembali dengan perubahan nama.

PIPA (PROTECT IP Act)
PROTECT IP Act dengan nama resmi Preventing Real Online Threats to Economic Creativity and Theft of Intellectual Property Act of 2011, dikeluarkan oleh Senat Amerika Serikat. RUU ini mirip dengan SOPA namun lebih sadis, karena menyangkut luar AS.

Siapa yang terancam?
Semuanya, bahkan di luar AS. Sama seperti SOPA, namun RUU ini akan mengijinkan pemerintah AS dan perusahaan pemegang hak cipta (misal film) untuk menarget situs yang menyediakan konten yang memiliki hak cipta. Termasuk situs yang memberi jalan (link) ke situs tersebut, misal Google atau Yahoo agar (i) menghapus akses ke situs pembajakan tersebut (tidak menampilkan hasil pencarian), atau (ii) tidak memberi link ke situs tersebut (yang ini saya kurang mengerti -red).

Bagaimana efektivitasnya?
Mungkin akan kecil sama seperti SOPA, namun berhubung PIPA ini melibatkan mesin pencari dimana situs awal orang mencari situs lain, mungkin akan cukup lebih berdampak situs pembajakan sulit ditemukan.

Kita lihat saja bagaimana RUU ini nantinya. Yang jika disahkan akan sangat berdampak pada dunia per-internet-an. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar