Kamis, 08 Maret 2012

Lena dan Pengolahan Citra

Bagi yang pernah mempelajari pengolahan citra atau image processing, pasti tidak asing dengan gambar yang satu ini:
"Lena" atau "Lenna"
Tapi tidak semua orang mengetahui foto siapakah itu, dan mengapa foto itu menjadi salah satu citra yang paling sering digunakan (konon merupakan gambar standar de facto) dalam testing pengolahan citra digital. Dan kali ini postingan saya akan mengungkapnya secara tuntas dan tajam, setajam sssilet.

Mari kita mulai dari sang model foto, gambar itu adalah foto seorang model bernama Lena Söderberg (lahir di Swedia, 31 Maret 1951), yang diambil oleh Dwight Hooker.

Foto itu adalah fotonya saat muncul di majalah Playboy sebagai centerfold (gambar dua halaman di bagian tengah majalah) edisi November 1972.

Kisah awal Lena:
Pada sekitar Juni atau Juli 1973, Alexander Sawchuk (seorang Professor di SIPI USC), bersama asisten profesor, alumnus, dan manajer lab SIPI sangat sibuk mencari gambar untuk di-scan ke paper untuk konferensi koleganya.

Mereka tidak menemukan gambar yang cocok, mereka mencari gambar yang glossy dan harus wajah manusia. Hingga tiba-tiba seseorang datang ke lab tersebut dan membawa majalah Playboy edisi November 1972, yang tentunya bergambar Lena.

Seorang teknisi yang tidak diketahui mencopot tiga teratas gambar centerfold Lena tersebut , lalu dipasangkan di sebuah frame untuk kemudian discan menggunakan Muirhead Wire Machine (sejenis alat fax jaman dahulu, ditemukan oleh Alexander Muirhead).

Alat itu memiliki ukuran fixed 100 baris tiap inchi, karena tim peneliti hanya ingin 512×512, maka mereka mengambil 5,12 inchi teratas gambar, yang secara kebetulan memotong di bahunya. (Sebenarnya mereka menggunakan gambar tersebut saat itu tanpa ijin dari majalah Playboy).

Kisah detailnya ada dalam artikel di newsletter IEEE Professional Communication Society edisi Mei 2001 yang ditulis oleh Jamie Hutchison.

Siapakah teknisi yang tidak diketahui tersebut?
Menurut email dari Chuck McManis pada 29 Oktober 1999, dia menyatakan bahwa teknisi yang meng-scan gambar Lena adalah Dr. William K. Pratt, yang menulis buku tentang pengolahan citra dan membutuhkan gambar standar untuk percobaan.

Dalam waktu yang cukup lama gambar asli Lena (yang dilepas dari majalah) tersimpan di lemari di laboratorium. Chuck McManis mendatangi lab itu pada 1997, namun sudah banyak perubahan dan gambar Lena tidak ditemukan.

Format awal distribusi gambar Lena menggunakan pita magnetik 1600 BPI 9-track dimana setiap warna (R, G, dan B) disimpan terpisah.

Kenapa menggunakan gambar Lena?
Menurut David C. Munson, seorang kepala editor di IEEE Transactions on Image Processing (Januari 1999) mengatakan  “Pertama, gambar memiliki campuran detail yang bagus, bagian yang datar, shading, dan texture yang akan bekerja bagus pada macam-macam algoritma pengolahan citra. Ini adalah gambar yang bagus! Kedua, citra Lena adalah gambar  seorang wanita yang menarik. Tidak mengherankan komunitas riset pengolahan citra (kebanyakan laki-laki) cenderung memilih gambar yang menurut mereka menarik.”

Kontroversi.
Ternyata ada kontroversi dalam penggunaan gambar Lena ini. Diantaranya adalah karena sumber gambar ini sendiri, yaitu majalah Playboy. Dan kontroversi lain adalah karena pelanggaran hak cipta gambar ini. Pihak Playboy sempat berniat untuk menuntut pelanggaran ini, namun dibatalkan karena fenomena yang ada.

“The First Lady of The Internet”
Sejak lebih dari 25 tahun yang lalu, tidak ada gambar yang lebih penting dalam sejarah telekomunikasi citra digital. Maka karena itulah saat konferensi perayaang 50 tahun IS&T  Lena dianggap sebagai “The First Lady of The Internet.” 

Bagaimana kabar Lena sekarang?
Pada tahun 1988, Lena baru mengetahui fotonya digunakan dalam riset saat dia diwawancarai oleh media Swedia dalam bidang komputer.
Terakhir dikabarkan dia tinggal di Stockholm, Swedia. Sudah menikah tentunya dan memiliki tiga anak. Kini dia bekerja di agensi pemerintah yang menolong para penyandang cacat bekerja menggunakan komputer.

Pada konferensi perayaan 50 tahun IS&T di Boston bulan Mei 1997, Lena diundang ke konferensi tersebut dan tampil untuk mempresentasikan tentang dirinya dan sibuk memberi tanda tangan bagi hampir semua orang di sana. Dalam konferensi itulah dia disebut sebagai “The First Lady of The Internet”

Dia berkata kepada reporter Wired “Mereka semua pasti bosan denganku, melihat gambar yang sama bertahun-tahun.”

Dan inilah foto Lena saat itu:
Lena bersama Jeff Seideman
(presiden IS&T wilayah Boston)

Dimana bisa mendapatkan gambar digital Lena yang asli?
Anda bisa menemukannya di USC SIPI Image Database di bagian “miscellaneous” bersama gambar lain untuk keperluan riset. Formatnya adalah TIFF, berukuran 512×512, dan dengan ukuran 768 Kb.


Trivia!
Majalah Playboy edisi November 1972 tersebut adalah edisi dengan penjualan terbanyak selama ini, yaitu terjual sebanyak 7.161.561 eksemplar.

Penutup…
Lena adalah legenda, gambarnya digunakan secara luas dalam riset ataupun materi kuliah yang berhubungan dengan pengolahan citra.

Sekian kisah Lena atau Lenna ini.
Terima kasih sudah membaca. :)

*Disadur dari beberapa sumber, salah satunya Wikipedia!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar