Minggu, 04 Maret 2012

Movie Review: The 1911 Revolution

Film yang berjudul 1911 atau The 1911 Revolution atau Xinhai Revolution atau Xinhai Geming atau ini adalah film ke-100 nya Jackie Chan, dan dirilis akhir tahun 2011.

Film ini menceritakan tentang perjuangan Huang Xing  yang diperankan oleh Jackie Chan dan Sun Yat-sen yang diperankan Winston Chao dalam menggulingkan pemerintahan imperial terakhir di RRC waktu itu, yaitu dinasti Qing.

Dinasti Qing waktu itu adalah keadaan yang sangat kacau, kedaulatan negara sudah hancur, para mentri yang korup, dan kehabisan dana. Akhirnya mereka menggadaikan rel kereta api. Hingga digambarkan Cina waktu itu bagaikan potongan pizza yang diperebutkan oleh Inggris, Jerman, Prancis, dan beberapa negara lain.

Jackie Chan bersama gerakan Tongmenghui-nya yang berisikan pemuda, memimpin satu pemberontakan di Guangzhou, namun gagal. Kabar baiknya, pemberontakan itu memunculkan pemberontakan lain di daerah lain pula.

Di saat yang sama Sun Yat-Sen berjuang di luar negeri, berusaha mengumpulkan dana untuk pemberontakan, namun karena pemberontakan di Guangzhou pun gagal, pengumpulan dana dibatalkan.

Pemerintah Qing pun berusaha mendapatkan uang dari bank luar negeri, agar bisa melawan pemberontakan. Akhirnya setelah dirayu oleh Sun Yat-Sen, para delegasi negara-negara yang akan meminjamkan uangnya, berubah pikiran dan menunda memberikan pinjaman.

Di istana, Yuan Shikai menceritakan kepada ratu dowager, kaisar, dan para menteri kisah revolusi Prancis, dan dipenggalnya raja Louis ke-16. Hingga membuat ratu dowager menangis ketakutan.
Pada 12 Februari 1912, kerajaan Qing berakhir.

Film ini adalah film sejarah tentunya, tapi mungkin ada fiksinya, saya sendiri tidak tahu faktanya. Film yang berasal dari kisah nyata apalagi tentang sejarah dan pemberontakan atau kudeta, selalu menarik perhatian saya. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar