Selasa, 05 Juni 2012

Movie Review: The Front Line

Lagi-lagi saya akan mereview film Korea, dan lagi-lagi tentang perang, dan lagi-lagi Perang Korea. Entah mengapa perang Korea begitu menyita perhatian saya, menghasilkan Korea Selatan yang terbuka, dan Korea Utara yang misterius. Entah apa yang terjadi jika perang Korea dimenangkan oleh salah satu pihak. Kenapa ga mereview Taegukgi? Karena saya lupa lagi ceritanya, dan cukup terkenal. :D

Adalah The Front Line, film yang akan saya review kali ini, film tahun 2011. Dari judulnya, film ini menceritakan tentang situasi di garis terdepan Perang Korea pada 1953. Diceritakan Letnan Kang Eun-Pyo dikirim ke garis depan bagian timur untuk menyelidiki kematian seorang petinggi militer yang ditemukan terbunuh, terbunuh oleh peluru dari senjata yang digunakan tentara Korea Selatan.

Selain itu ditemukan juga surat dari tentara Korea Utara yang dikirim ke daerah Korea Selatan, kemungkinan mata-mata. Saat dia sampai di sana, tepatnya di bukit Aerok, dia menemukan teman lamanya memimpin di sana, yang dulunya lemah dan penakut, kini berubah.

Satu hal yang mengejutkan, beberapa tentara Korea Selatan dan Korea Utara, secara tidak sengaja saling berkomunikasi melalui kotak rahasia di dalam satu bunker di bukit tersebut. Tentara Korut meminta tolong untuk mengirimkan surat ke keluarganya di Korsel, lalu diberi imbalan dengan minuman.

Satu hal yang menarik dalam film ini adalah ternyata ada tokoh wanita, hal yang agaknya jarang dilihat di film perang. Dan wanita ini adalah seorang sniper, yang bisa menembak dari jarak sekitar 600 meter.

Bukit Aerok terus diperebutkan, karena posisinya yang sangat strategis. Lebih dari 30 kali bukit ini berpindah tangan. Perang bertahun-tahun membuat semua tentara kelelahan, fisik dan mental. Kehilangan nyawa sangat banyak di kedua belah pihak. Hingga sampai penanda tanganan perjanjian gencatan senjata.

Di akhir, film ini mengirimkan pesan kepada kita, seperti yang dikatakan oleh seorang reviewer di IMDB, "For what and what for?"

Jumat, 01 Juni 2012

Movie Review: 71: Into The Fire

Hai semua, lama ga blogging karena KP yang mentok dan dapet maenan baru di komputer belakangan ini. Hehe...

Kali ini saya kembali hadir dengan review film lama yang saya tonton. Judulnya kali ini adalah 71: Into The Fire.

Film Korea tahun 2010 ini bercerita tentang 71 murid SMA yang ikut berperang sebagai tentara pelajar dalam perang Korea pada 1950-an.
Mereka semua tidak terlatih dan tidak berpengalaman, bahkan dua diantara mereka adalah seorang berandalan yang sudah pernah membunuh.

Yang membuat keadaan semakin sulit adalah saat mereka ditinggalkan oleh tentara asli untuk mempertahankan daerah lain, mereka ditinggal di SMP wanita P'ohang-dong, untuk mempertahankan garis sungai Nakdong.

Beruntungnya mereka ditinggal dengan perbekalan dan persenjataan, satu orang diangkat sebagai pemimpin karena sudah berpengalaman dalam perang, namun dia sendiri tidak menembakkan satu peluru pun.

Saat para tentara Korea Utara datang, mereka bertahan selama 11 jam, disebutkan di akhir film bahwa 71 siswa ini berhasil menunda serangan tentara Korea Utara hingga 11 jam tersebut, sehingga memungkinkan tentara sekutu membalas serangan. Film ini dibuat untuk mengingatkan keberadaan tentara pelajar di masa itu.

Yang pasti ini film adalah film perang, seingat saya cuman ada beberapa perempuan yang muncul dalam film ini, yaitu para perawat dan para ibu yang ditinggal anak-anaknya pergi berperang. Tapi untuk para pecinta film perang tanpa percintaan, film ini wajib disaksikan.