Kamis, 07 Maret 2013

Rubel Sahaja Ciroyom: Baru main lagi.

Terakhir saya main ke Rubel Sahaja Ciroyom itu, sewaktu sebelum nyate Idul Adha 2012. Hingga akhirnya saya baru datang lagi 2 Maret 2013 kemarin.

Atapnya tak berubah, lembayung senja yang indah memanjakan mata, angin yang bertiup mengelus kulit, dan sekitar pasar yang riuh menemani telinga. Selalu banyak pelajaran dari mereka, kita kan manusia yang harus berpikir, pasti bisa mengambil pelajaran, terutama dari anak-anak ini, dan kakak-kakak itu.

Anak-anak ini yang selalu semangat belajar, walaupun sebagian tak bisa sekolah, mendorong saya cepat-cepat menyelesaikan Kerja Praktek saya yang sudah terbengkalai selama 10 bulan (September 2012). Hingga sekarang saya menyelesaikannya.

Anak-anak ini yang selalu punya cita-cita, walaupun kehidupan mereka tak tentu, meyadarkan saya, kalau cita-cita tidak kita usahakan karena perjalanan yang berat, kapan kita sampai?

Kakak-kakak itu yang selalu memberi dan menyayangi, mengingatkan saya sesama manusia harus saling menolong dan memberi. Ternyata, saya belum sampai pada kata "saling", saya hanya baru menerima.

Anak-anak ini tidak berbeda dari anak-anak yang nasibnya lebih beruntung, mereka juga punya cita-cita, keinginan, dan segudang misteri kehidupan lainnya yang kelak mereka jalani.

Begitu juga dengan kakak-kakak itu, mereka punya kehidupan sendiri seperti kakak-kakak yang tidak mengatap, tapi mereka mau meluangkan waktu, datang, untuk menyayangi, mengasihi, untuk anak-anak yang selalu bersemangat.

Begitu banyak pelajaran yang diambil, apalagi saat berkumpul langsung bersama mereka.

Rumah Belajar Sahaja Ciroyom ini keluarga, anak-anak ini, kakak-kakak itu, atap pasar, masjid, dan langit.