Rabu, 05 Juni 2013

Baca Tulis

Calistung, baca tulis hitung. Aspek dasar yang diajarkan di TK.

Kali ini saya akan ngobrol baca dan tulis. Membaca dan menulis itu pasangan, bagai sandal jepit kiri dan kanan, suami dan istri, makan dan minum, bangun dan tidur, hidup dan mati.

Bagi sebagian orang, hanya suka membaca dan tidak suka menulis. Tapi, kalau mereka punya akun situs jejaring sosial, setidaknya mereka pernah menulis secara tidak disadari. Seperti menulis status opini di Facebook dan Twitter, apalagi dengan postingan yang sudah puluhan ribu. Tinggal kumpulkan saja di satu dokumen, jadilah seperti menulis sebuah buku, seperti buku At-Twitter nya Pidi Baiq yang belum saya baca.

Menulis, kata orang, itu merupakan terapi, seperti makan banyak saat sedang kesal, atau pergi ke wc saat sedang kebelet.

Menulis memang tidak mudah bagi yang jarang menulis, seringkali diawali dari sering membaca.
Bagaikan menjadi game designer, bisa diawali dari sering bermain game.

Jadi, bagi yang suka membaca, tidak ada salahnya mulai menulis. Tengoklah buku-buku di toko-toko buku, apa saja ditulis, dari yang sangat serius sampai sangat tidak serius. Apalagi novel, jumlah rak di toko buku kemungkinan besar paling banyak diantara buku lain.

Tidak harus diterbitkan, mau menulis di blog, kompasiana, livejournal, wattpad, atau memfungsikan kembali Twitter untuk (micro) blogging.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar