Jumat, 07 Juni 2013

Roman Anak Informatika #1: Lantai Enam

Pandu memacu motornya, perjalanan ke kampus terasa sangat lambat, waktu menunjukkan pukul 6:47 dan dia masih di perjalanan, sedangkan perkuliahan Kalkulus I masuk pukul tujuh tepat, "tidak ada toleransi terlambat", dia mengingat kata-kata si dosen di pertemuan pertama.

Jalan Brigjen Katamso yang macet, imbas dari macetnya jalan Pahlawan dimana ada pasar swalayan, dua sekolah, satu SPBU, dan jalan yang rusak memperparah keadaan, membuatnya kesal, ditambah bisingnya bunyi klakson kendaraan, dia tambah kesal.

Sampai di kampus, kembali dia dihadang dengan antrian motor di pintu lahan parkir, hanya satu jalan masuk, hal itu semakin membuatnya kesal, waktu menunjukkan 6:55. Dia berlari kencang, menuju gedung B. Sampailah dia di lantai dasar gedung itu, belasan orang sudah menunggu di depan lift, dua lift, salah satunya ditempeli tulisan "RUSAK".

 Dia lihat jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 6:57 tidak ada waktu lagi, dia memutuskan menaiki tangga di sebelah kiri lift, enam lantai dia naiki. Tidak sabar, dia melompati satu anak tangga setiap langkahnya, dua anak tangga setiap langkah. Tanda bunyi dan getar pesan masuk ke telepon seluler di saku celana pun tidak dihiraukannya. Keringat mulai keluar dari pori-pori kulitnya, dengan nafas terengah-engah, otot kaki mulai terasa lemas, akhirnya dia sampai di lantai enam.

Pandu langsung menuju sayap kiri gedung, dari jendela terlihat teman-temannya masih ada di luar kelas, sedangkan waktu menunjukkan pukul tujuh tepat. Mereka melihat ke arah Pandu, salah satu dari mereka berkata "barusan bapak sms, kuliah ditiadakan".

Roman Anak Informatika #1
By: Aria Enggar Pamungkas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar