Sabtu, 08 Juni 2013

Roman Anak Informatika #2: Asap

Suatu hari di kelas Pemrograman II, kami sedang mengerjakan latihan yang diberikan pak dosen. Dibantu dua orang asisten, terkadang mereka hilir mudik di dalam kelas membantu mahasiswa, terkadang mereka asyik mengobrol. Kelas riuh terdengar obrolan orang-orang yang ada di dalamnya. Termasuk pula suara tombol tetikus dan papan tombol.

Laboratorium komputer dengan empat baris dan masing-masing delapan meja, di setiap meja terdapat dua set komputer berwarna hitam, dengan beberapa mouse yang bolanya sudah hilang, layar monitor sudah tak normal, dan beberapa kerusakan lainnya.

"Jepret!"

Semua komputer, infocus, penyejuk ruangan, dan lampu mati bersamaan. "Hah!?", "Alah!", "Eeuuuhh". Beberapa anak kaget dan mengeluarkan suara-suara keluhan, beberapa lagi terdiam dari obrolannya, banyak yang mengeluh karena pekerjaan program mereka belum di save. Seorang asisten melihat kotak sekring di belakang ruangan, posisi dalam keadaan hidup. Ternyata semua kampus mati, sepertinya dari PLN.

Beberapa menit kemudian, semua alat elektronik menyala, pihak kampus menyalakan generator listrik. Semua akhirnya lega, lalu mulai mengerjakan kembali latihan program. Kelas kembali riuh dengan suara tombol tetikus dan papan tombol, juga suara percakapan pelan dari para mahasiswa termasuk asisten dan dosen.

Sayangnya, listrik kembali padam, semua orang kembali mengeluh, tak lama listrik kembali menyala. Sepertinya listrik dari PLN sudah normal sehingga pihak kampus mematikan generator listrik.

"Bau (alat elektronik) terbakar" ucap seorang mahasiswa di barisan belakang. Semua orang mengendus-endus, menarik nafas mencari sumber bau. Seorang asisten mencium bau tersebut, dan mengikuti sumber bau itu. Sampailah dia di ruang server, ruang kecil di sana. Kemudian dia memastikan dengan mencium bau dari sela-sela kusen. "Oh dari sini!". 

Segera dia ke ruang laboran untuk mengambil kunci ruang server, ketika dibuka, 'busssshhh', asap putih keluar dari ruangan itu.

Kelas sudah tidak kondusif, segera setelah asap hilang, kelas dibubarkan.

Roman Anak Informatika #2
By: Aria Enggar Pamungkas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar