Selasa, 06 Agustus 2013

Chicken Soup for The Sahaja Soul #2: Para Penjual Minyak Wangi

“Perumpamaan teman yang shalih dengan yang buruk itu seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Berteman dengan penjual minyak wangi akan membuatmu harum karena kamu bisa membeli minyak wangi darinya atau sekurang-kurangnya mencium bau wanginya. Sementara berteman dengan pandai besi akan membakar badan dan bajumu atau kamu hanya akan mendapatkan bau tidak sedap“. (HR.Bukhari & Muslim).

Hadits di atas cukup populer, menggambarkan dan mengingatkan bagaiman pertemanan dapat mempengaruhi diri kita, dan diri kita akan mempengaruhi hidup kita, sehingga pertemanan mempengaruhi hidup kita. Hadits di atas sepertinya bisa dilihat di berbagai segi kehidupan, IPOLEKSOSBUDHANKAM.

Kemarin adalah hari yang menarik, suatu hari sepulangnya saya dari buka bersama keluarga yang jarang berjumpa (kakak) sekaligus merayakan ulang tahun ayah kami, saya lihat ada missed call, dari dua teman relawan, saya sms ada apa, oh ternyata ada relawan lain yang sedang sakit, tidak bisa keluar, belum makan dan minum obat, dan meminta tolong saya untuk membawakannya.

Beruntung ada paracetamol di meja saya, saya langsung ambil dan berangkat ke tempatnya tinggal, dijalan mencari bubur ternyata sulit, yang banyak adalah makanan Padang, ayam bakar dan sejenis, nasi uduk, seafood, dan nasi goreng dan teman-teman. Ah, pusing, saya memutuskan ke minimarket, membeli roti, buah pir, dan susu coklat. Kemudian saya bawa ke kosannya dan menyerahkannya. Beruntungnya lagi, malam itu motor saya bisa diajak mengebut walau rantai sudah longgar dan rawan lepas.

Lalu apa hubungannya dengan hadits pembuka? Oh ya, saya itu sebenarnya orangnya sedikit cuek. Ada teman mendapat masalah? Saya sering berpikir selama dia tidak meminta tolong, berarti dia masih mampu mengatasinya sendiri. Walaupun teman saya yang sakit itu tidak meminta tolong, tapi teman-temannya yang lain yang meminta tolong kepada saya.

Lalu apa yang bisa menggerakkan saya? Yah pertemanan dengan "penjual parfum" tadi, mereka itu adalah sekelompok orang, dan mereka mempunyai tingkat perhatian dan cinta yang tinggi, saya yang tingkat perhatiannya rendah ini, sepertinya terkena "wangi" para penjual parfum itu.

Ada satu nasihat sahabat Nabi SAW, Qatadah bin Nu'man :
“Demi Allah, aku belum pernah melihat seseorang berteman dengan seseorang melainkan ia akan menyerupainya. Maka bertemanlah dengan hamba-hamba Allah yang shalih, agar kamu di golongkan dengan mereka atau menjadi seperti mereka“.
Mungkin satu kesimpulan yang bisa ditarik, Sahaja ini isinya adalah para penjual parfum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar