Selasa, 13 Agustus 2013

Curhat

Kali ini saya datang tentang cinta! Kayanya sebelumnya saya belum pernah ngepost tentang cinta deh. :D

Yak baik, kali ini saya sedang jatuh cinta. Dengan beberapa hal, seorang wanita, sebuah benda abstrak bernama sekolah, dan satu spesies binatang bernama kucing.

Oh ya, ada yang bilang cinta itu datangnya dari hati, tapi menurut ilmuwan yang saya baca dari artikel National Geographic Indonesia, http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/07/cinta-tidak-datang-dari-hati, disebutkan bahwa ada prosesnya:

Dopamin disebar > Serotonin turun > NGF meningkat > Oksitosin & Vasopressin.

(Anehnya di tahap 1 yaitu "Hipotalamus beraksi" (melepaskan dopamin ke seluruh tubuh) disebutkan "saat kita mulai tertarik", nah, gimana kita mulai tertarik, kayanya tetap aja dari hati...!)

Oh ya, intinya cinta itu memang bisa membuat bersemangat (optimis), tapi bisa juga membuat lemas kalo dipikirin yang nggak-nggak (pesimis), misal "gimana kalo begini, gimana kalo begitu".
Padahal pikiran negatif kaya gitu tuh yang bikin orang ga maju-maju. Yaa itu lah yg saya rasakan sekarang.

Sayangnya, yang selalu saya pikirin adalah yang nomer pertama dan kedua, wanita dan sekolah. Gimana kalo dia ga suka sama saya? Gimana kalo saya ga keterima nerusin sekolah?

Sayangnya lagiii, terkadang sulit menemukan pemicu supaya berpikir "kalo cinta kejar dong! usahain! doa! naon we lah!" dan "kalo mau nerusin sekolah cepet lulus, belajar yang giat!". Yah memang otak kita tau kalo mau mengejar cita-cinta memang harus begitu, tapi hati ini nih yang ga maju-maju. :D

Rasanya otak dan hati itu harus dikasih sambungan fiber optik, jadi ketika otak ada keinginan, hati pun kemudian tergerak, kemudian hati mengirimkan blueprint dan flowchart rencana untuk mencapai keinginan, lalu hati pun membuat semangat optimisme. Tapi angger we, hararese eta dina hate.

Pengen maju, tapi ga mau melangkah. Gimana sih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar