Rabu, 02 April 2014

Frozen

Saya itu suka sekali nonton film, tapi ya memang, tidak pernah nonton on-time saat filmnya sedang tayang atau sedang ramai diperbincangkan, telat nonton, :D
Tapi ini ada film yang cukup baru yang cukup beruntung saya bisa menontonnya beberapa bulan sejak rilisnya (Nov 2013), Frozen.

Film ini diinspirasi dari fairy tale The Snow Queen karangan Hans Christian Andersen. Berarti film ini berdasarkan budaya sekitar Skandinavia.

Film animasi ini sekarang menyalip Toy Story 3 untuk menjadi film animasi dengan penjualan tertinggi of all time! Banyak sekali yang menyukainya, dan saat saya saksikan, wah emang keren sih...

Film ini adalah film yang paling enganging daripada yang lain yang pernah saya tonton, untuk para pecinta film, film ini mungkin bisa mengikat mata kita ke layar, suliiit untuk melepaskannya, mungkin saat emergency. 

Bagi pecinta komedi, film ini sangat lucu, bodor haha, melihat bagaimana kelakuan mereka, lalu Olaf si Manusia Salju, lalu para Troll yang batu-batu bulat, dan yang lainnya.

Bagi pecinta drama, film ini menampilkan drama yang bagus, drama hubungan antara Elsa dan Anna adalah yang menjadi fokus film ini. Tapi ada sedikit drama juga antara Elsa dan Hans, lalu Elsa dan Kristoff.

Bagi pecinta musik, musiknya luar biasa, dan banyak, total durasi untuk musiknya hingga 24 menit. Sepertinya film ini termasuk film musikal. Tapi musik yang paling banyak disukai adalah Let It Go yang dinyanyikan ratu Elsa saat pelariannya, hingga memenangi Academy Award sebagai best original song. Apalagi saat diiringi penampilan Elsa dan sihirnya. Saya yakin, banyak orang yang mengulang-ulang menyaksikan bagian ini. Dan selain lagu ini, yang cukup disukai adalah In Summer yang dinyanyikan Olaf, ditambah aksi Olaf yang kocak. :D. Lagu-lagu di film sepertinya yang memiliki andil besar sehingga film ini bisa menjadi film animasi dengan penjualan terbanyak sekarang.

Film ini akan dibuat lokalisasinya, diterjemahkan ke 41 bahasa (Lion King hanya 15). Hebatnya, tantangan terbesarnya, mencari penyanyi soprano yang mampu menyamai suara hangat Idina Menzel dan rentang suara tiga oktaf dalam bahasa mereka masing-masing! Gebleeeg! Disney ini emang keren!
Btw, ini lagu Let It Go. :)


Dan ini In Summer nya Olaf.




Bagi pecinta animasi, animasinya keren banget!! Dikatakan film ini menggunakan metode gabungan antara Computer Generated Image (CGI) dan gambar hasil tangan. Kalian tau karakter terpenting di film ini? Bukan Elsa, Anna, Kristoff, Olaf, ataupun Troll, tapi salju dan es. Yes it is.

Salju dan es di film ini tidak dibuat dengan main-main. Dikerjakan dengan luar biasa.
Para animator menggunakan aplikasi bernama Matterhorn untuk mensimulasikan lingkungan bersalju hingga
menjadi sangat nyata. Aplikasi ini bisa membuat salju benar-benar seperti salju yang akan hancur bila dilempar ke dinding atau dijatuhkan, atau saat dua bola salju bertabrakan, dan lainnya. Lalu aplikasi Spaces digunakan untuk membuat bagian tubuh Olaf dapat dilepas-lepas dan disusun kembali. Tonic digunakan untuk membuat dan menganimasikan rambut para karakter, rambut Elsa terdiri dari 420.000 helai, padahal helai rambut manusia normal hanya 100.000. Flourish digunakan untuk menganimasikan pergerakan daun dan batang-batang pohon. Snow Batcher digunakan untuk melihat hasil akhir salju seperti saat berjalan di tumpukan salju yang tebal, sehingga bisa menjadikan para karakter berakting natural dengan salju-salju itu.

Untuk video penelitian salju bisa dilihat di bawah ini:



Jumlah character rig film ini adalah 312, dan cloth rig mencapai 245. Dikatakan kalau itu melebihi film Disney sebelumnya. Lima puluh (50!) orang tenaga animator efek dan lighting bekerja sama membuat "one single shot" saat Elsa membuat istana es nya. Membutuhkan waktu 30 jam untuk merender setiap frame nya, dengan 4000 komputer untuk merender setiap satu framenya. Pantas saja film ini luar biasa!

Selain itu, film ini menggunakan teknologi 2D seperti air mancur yang membeku dan motif di lantai.

Total penghargaan yang diterima film ini adalah 60. Semuanya bisa dilihat di sini.

Saat film ini selesai, saya merasa terpisah dengan para karakter itu. Sepertinya film ini sangat hebat sehingga karakter di dalamnya terasa sangat hidup, lalu kami bertemu, lalu berpisah, terutama Elsa. Sama seperti saat saya selesai membaca buku The Diary of Anne Frank. Rasanya ingin masuk ke dalam film.

Tidak akan ada pangeran tampan yang menyelamatkan sang putri (dan ratu) di film ini, tapi hubungan antara dua saudari, Elsa dan Anna. Bosen juga sih ya kalo putri diselamatkan pangeran lagi, dan lagi.

Elsa menjadi tokoh favorit saya di film ini, dia yang paling menarik, yang rasanya membutuhkan pertolongan (terutama saat Elsa duduk di dalam kamarnya yang membeku dengan butiran salju yang melayang tak bergerak), yang rasanya dia wanita yang kuat walaupun dia membuat keputusan yang salah karena ketakutannya. Tapi dia terlihat dewasa dibanding karakter lain yang kira-kira sepantaran dengannya, juga dengan Disney Princess lain (padahal belum nonton semua), of course, she's a queen! Dan juga, dia terasa misterius.

Tapi awalnya saya merasa ada kelemahan di film ini, yaitu di bagian story. Kurang hadirnya antagonis yang benar-benar berpengaruh, Hans dan Duke of Weselton dan kedua anak buahnya pun tidak terlalu terasa. Hanya seperti bumbu cabe di dalam mi instan, kurang. Tapi, ternyata, memang begitu, karena yang saya sadari adalah film ini lebih tentang gejolak batin Elsa, yang terlihat sudah dimulai dari awal film. Awal film ini dibuat, Elsa akan dijadikan tokoh jahat dengan sifat negatif, lalu Anna akan mengalahkannya dengan cinta. Tapi diganti dengan Elsa dikendalikan oleh ketakutan, dan tetap Anna mengalahkannya dengan cinta.

Disebutkan film ini akan disaksikan oleh banyak generasi, pernyataan itu menurut saya akan terwujud. Yes, film ini bagus banget, menjadikan postingan review film ini paling panjang daripada postingan review film yang pernah saya buat. Hahaha...

Bagi yang belum nonton, cepetan nonton! Pasti kalian langsung download mp3 Let It Go! Terus nonton lagi! :D

Salam..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar