Kamis, 08 Mei 2014

Buku dari Akun Twitter

Beberapa hari kemarin, saya meng-unfollow beberapa akun Twitter yang menurut saya tidak menarik, dan, dia hanya berjualan. Berjualan apa? Berjualan buku.

Sudah banyak buku-buku yang terbit setelah satu akun Twitter memiliki follower yang banyak.
Biasanya dia buat akun Twitter, topiknya ada yang ga jelas, cinta-cintaan, dan lain-lain.
Twitnya hanya ngebanyol, jadi orang banyak yang suka, ada juga yang kata-kata motivasi, atau kata-kata baik seperti tema rohani atau moral, kata-kata menyentuh. Lalu setelah orang-orang suka, lalu follower bertambah, setelah followernya banyak, barulah bikin buku.

Tidak salah memang, hanya saja, sekarang membuat buku ternyata semudah itu. Hanya dengan paket internet, browser, lalu aplikasi untuk menulis bukunya, maka jadilah satu buku yang siap dikirim ke penerbit, dengan follower yang banyak, dia bisa meyakinkan penerbit buku ini akan laku.

Terkadang saya jadi berpikiran negatif (Astaghfirullah), sebenarnya dia membuat akun twitter itu untuk apa? Apakah memang dari awal niat membuat buku untuk berjualan? Sayangnya kontennya terkadang tidak terlalu tinggi. Jangan-jangan karena hanya meraup uang, konten yang seharusnya mencerdaskan pembaca, jadi terpinggirkan.

Saya pernah mengikuti pertemuan di Kineruku. Salah seorang di situ berkata "membuat buku sekarang mudah, asal punya follower banyak, bisa bikin buku". Lalu salah seorang lain menjawab (dia membuat buku untuk followernya, walaupun self publishing), "saya membuat buku dengan kata-kata sederhana untuk konten-konten yang serius, seperti A,B,C" (saya lupa temanya), "karena memang dengan kalimat-kalimat sederhana mereka bisa menyerap informasi yang kontennya serius."

Salah seorang temannya menjawab "merendahkan untuk untuk mengangkat (kemampuan menyerap informasi follower)"
Lalu orang yang mengucapkan membuat buku itu mudah berkata "tidak jelas juga mereka naik atau tidak."

Saya setuju dengan pendapatnya.

Well, what do you think?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar