Kamis, 03 Juli 2014

Game Review: Papers, Please

Salah satu kebiasaan saya dalam urusan game adalah memilih yang tidak terlihat, atau idiom bahasa Inggrisnya hidden gem. Jadi lusa kemarin saya memainkan game yang super duper unik, gameplaynya menarik, dan lebih tepat disebut puzzle.

Diceritakan negara Artstotzka pada tahun 1982 akhirnya membuka pintu perbatasannya untuk para warganya yang mau pulang setelah perang selama 6 tahun selesai. Dan terbuka juga bagi warga negara tetangga yang ingin berkunjung.

Tugas Anda mudah, memberi cap boleh masuk negara itu, atau menolaknya. Lalu apa tantangnnya? Anda harus memeriksa dokumen-dokumen para pengunjung, seperti masa berlaku paspor, kemiripan foto, dokumen lain seperti izin masuk, keterangan kesehatan, atau apakah dia salah satu buronan. Dan akan terus bertambah.

Menurut review lain, game ini terdiri dari 30 level, satu level adalah satu hari. Jadi Anda harus melewati satu bulan dengan selamat. Setiap level akan ada catatan keuangan, dan kondisi keluarga, istri, anak, mertua. Kondisinya sejauh ini 'OK'. Apa maksudnya? Saya juga belum faham, tapi sepertinya, jika pekerjaan kita baik, maka keluarga kita akan baik-baik saja. Tapi jika tidak, keluarga kita terancam bahaya.

Bagi Anda yang lebih senang bermain game fast-paced dan action seperti FPS, sepertinya ini tidak akan cocok. Tapi bagi Anda yang selalu tertantang pada teka-teki, ketelitian, ini sangat cocok untuk Anda.

Ukuran filenya? 32MB. Bukan GB! :)

Tampilannya akan sangat retro, pixelated. Tapi itu menjadi cita rasa klasik pada game ini. Satu best review di GOG.com oleh pengguna bernama Overity yang memberikan nilai 5 dari 5 berkata:

Innovative and addictive

Posted on 2013-08-08 08:50:57 byOverity's avatarOverity:
Papers, Please is a real refreshment on today's game market. It has a realistic concept which puts the player in the role of an immigration officer on a border between two countries that just ended their six years’ war. The year is 1982 and everything in-game gives you that retro feeling of life in a communist, Russia-like country of Arstotzka. Your primary goal can be described as stamping "Denied" or "Approved" on peoples' passports. And you will do that all the time.
But why is this a good thing? Because this game is so much more than a border control simulation. In order to finish the game, you will have to survive for one month, one level being one day. Surviving means earning enough money to support yourself and your family. You earn money by processing people. Various decisions which can affect your daily paycheck will arise from time to time. I was simply astonished when I had to choose between getting a penalty for letting someone with a good, believable story in the country and ruthlessly denying them for valid reasons.
Many games offer a main choice of good guy - bad guy but in Papers, Please that choice has a strong point, it has a meaning. You can finish the game playing as a robot, doing the thing you are supposed to do. However, you will find yourself doing a good, humanly thing rather than the emotionless, but legal one. Five stars, no doubt.

Penasaran? Kunjungi situsnya http://papersplea.se/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar