Sabtu, 24 Oktober 2015

Menerjemahkan!

Sejak mendapatkan order menerjemahkan Moby Dick, saya semakin menyadari sulitnya menerjemahkan Bahasa Inggris tahun 1850an, ditambah bahasa kolokial yang sering digunakan Melville dalam bukunya. Bahasa Inggris modern saja sudah susah, apalagi jadul. Hehehe.. Juga perumpamaan-perumpamaan yang sering dia gunakan, atau beberapa kali lawakan. Beruntungnya saya belum berjumpa dengan untransable text seperti pun, permainan kata.

Moby Dick ini sangat menantang, tercatat setidaknya 500 halaman, dari etimologi, extracts, bab 1 hingga epilog. Long way to go!

Namun ketertarikan saya mengenai tema novel ini menjadi meningkat, pelayaran, kelautan. Dengar-dengar novel-novel sebelumnya juga bertema laut. Yah mungkin saja saya bisa menjadi Melvillian, istilah yang sama dengan Orwellian (George Orwell), atau Vernian (Jules Verne).

Semoga saja, setelah Moby Dick, saya bisa menerjemahkan novel Melville yang lainnya, Typee, Omoo, White Jacket, dan ada lagi pokonya saya lupa.

Oh ya, katanya ada film mengenai Essex whaling ship. Kapal yang kisahnya menginspirasi Melville menulis Moby Dick, akhir tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar