Jumat, 30 November 2012

Ujian Aikido: Kyu 3!

Ujian Aikido ke kyu 3, udah ada teknik suwari waza, hanmi handachi, dan jiyu waza. Teknik bisa dilatih di dojo, tapi stamina suka susah ngelatihnya (curhat).

Yang pasti, detail-detail teknik harus keliatan nih, teknik dasar terus diasah, berpikir cepat juga harus dilatih, apalagi buat jiyu waza.. :D

Ga kerasa udah mau ujian ke kyu 3. Masih inget november 2010 pertama kali saya latihan Aikido.
Semoga bisa terus berjalan tanpa harus berhenti, dan membawa manfaat. aamiin..

Sabtu, 27 Oktober 2012

Miyuki Kumazawa Shidosha

Enam bulan lalu saya browsing "aikido woman", ketemulah video di bawah ini. Aikidoka wanita, di 49th All Japan Aikido Demonstration, begitu diliat bagus tuh gerakannnya smooth, akhirnya saya comment di videonya, siapa namanya? sayang ga ada yang jawab.


Enam bulan berselang, beberapa hari lalu, saya ngebuka lagi video di atas, ternyata di "related videos" ada  video dengan judul" Kumazawa Miyuki - 50th All Japan Aikido Demonstration (2012)". Ketika ditonton ternyata ini dia orangnya. Berhubung di acara embukai tahunan tersebut seringnya instruktur laki-laki semua, kalo ada wanita pasti penasaran. Ternyata yang satu ini bagus juga. 

Namanya Miyuki Kumazawa, peringkat Godan.


Rabu, 19 September 2012

Rumah Belajar Sahaja: Main Doang

Minggu, 16/09 kemarin, pertama kalinya saya main ke Rumah Belajar Sahaja di atap pasar Ciroyom.
Awalnya teman saya (sebut saja Mimie, nama sebenarnya) bercerita keinginannya yang mengikuti program Indonesia Mengajar oleh Anies Baswedan. Tapi ternyata keinginannya tak bisa terpenuhi.

Hingga suatu saat saya menonton Metro TV, dan menonton Kick Andy Hope, ternyata mereka meliput Rubel Sahaja ini. Lalu saya bercerita tentang Rubel Sahaja ini kepada Mimie, tapi karena alasan lupa, kami baru bisa berkunjung pada 16 September kemarin.

Ini sedikit dokumentasinya.

Mereka suka cerita dan senang kalo diperhatikan. Yang itu namanya Yadi (Emen), cita-cita:  masinis.

Lagi belajar bahasa Inggris.

Rebutan pertanyaan, tim yg bener dapet poin 100.

Lagi nangis, namanya juga anak-anak. :)

Rasa ingin tahu dan penasaran.

Makan bareng-bareng.

Buang sampah di tempat sampah, ya iyalah! 

Selasa, 05 Juni 2012

Movie Review: The Front Line

Lagi-lagi saya akan mereview film Korea, dan lagi-lagi tentang perang, dan lagi-lagi Perang Korea. Entah mengapa perang Korea begitu menyita perhatian saya, menghasilkan Korea Selatan yang terbuka, dan Korea Utara yang misterius. Entah apa yang terjadi jika perang Korea dimenangkan oleh salah satu pihak. Kenapa ga mereview Taegukgi? Karena saya lupa lagi ceritanya, dan cukup terkenal. :D

Adalah The Front Line, film yang akan saya review kali ini, film tahun 2011. Dari judulnya, film ini menceritakan tentang situasi di garis terdepan Perang Korea pada 1953. Diceritakan Letnan Kang Eun-Pyo dikirim ke garis depan bagian timur untuk menyelidiki kematian seorang petinggi militer yang ditemukan terbunuh, terbunuh oleh peluru dari senjata yang digunakan tentara Korea Selatan.

Selain itu ditemukan juga surat dari tentara Korea Utara yang dikirim ke daerah Korea Selatan, kemungkinan mata-mata. Saat dia sampai di sana, tepatnya di bukit Aerok, dia menemukan teman lamanya memimpin di sana, yang dulunya lemah dan penakut, kini berubah.

Satu hal yang mengejutkan, beberapa tentara Korea Selatan dan Korea Utara, secara tidak sengaja saling berkomunikasi melalui kotak rahasia di dalam satu bunker di bukit tersebut. Tentara Korut meminta tolong untuk mengirimkan surat ke keluarganya di Korsel, lalu diberi imbalan dengan minuman.

Satu hal yang menarik dalam film ini adalah ternyata ada tokoh wanita, hal yang agaknya jarang dilihat di film perang. Dan wanita ini adalah seorang sniper, yang bisa menembak dari jarak sekitar 600 meter.

Bukit Aerok terus diperebutkan, karena posisinya yang sangat strategis. Lebih dari 30 kali bukit ini berpindah tangan. Perang bertahun-tahun membuat semua tentara kelelahan, fisik dan mental. Kehilangan nyawa sangat banyak di kedua belah pihak. Hingga sampai penanda tanganan perjanjian gencatan senjata.

Di akhir, film ini mengirimkan pesan kepada kita, seperti yang dikatakan oleh seorang reviewer di IMDB, "For what and what for?"

Jumat, 01 Juni 2012

Movie Review: 71: Into The Fire

Hai semua, lama ga blogging karena KP yang mentok dan dapet maenan baru di komputer belakangan ini. Hehe...

Kali ini saya kembali hadir dengan review film lama yang saya tonton. Judulnya kali ini adalah 71: Into The Fire.

Film Korea tahun 2010 ini bercerita tentang 71 murid SMA yang ikut berperang sebagai tentara pelajar dalam perang Korea pada 1950-an.
Mereka semua tidak terlatih dan tidak berpengalaman, bahkan dua diantara mereka adalah seorang berandalan yang sudah pernah membunuh.

Yang membuat keadaan semakin sulit adalah saat mereka ditinggalkan oleh tentara asli untuk mempertahankan daerah lain, mereka ditinggal di SMP wanita P'ohang-dong, untuk mempertahankan garis sungai Nakdong.

Beruntungnya mereka ditinggal dengan perbekalan dan persenjataan, satu orang diangkat sebagai pemimpin karena sudah berpengalaman dalam perang, namun dia sendiri tidak menembakkan satu peluru pun.

Saat para tentara Korea Utara datang, mereka bertahan selama 11 jam, disebutkan di akhir film bahwa 71 siswa ini berhasil menunda serangan tentara Korea Utara hingga 11 jam tersebut, sehingga memungkinkan tentara sekutu membalas serangan. Film ini dibuat untuk mengingatkan keberadaan tentara pelajar di masa itu.

Yang pasti ini film adalah film perang, seingat saya cuman ada beberapa perempuan yang muncul dalam film ini, yaitu para perawat dan para ibu yang ditinggal anak-anaknya pergi berperang. Tapi untuk para pecinta film perang tanpa percintaan, film ini wajib disaksikan.

Rabu, 02 Mei 2012

Pendidikan Nasional

Selamat hari pendidikan nasional. Selamat? Apanya yang selamat..
Selama ini bisa kita lihat pendidikan di Indonesia, dari mulai infrastrukturnya, kurikulumnya, sistemnya, sdmnya, semua itu termasuk dalam "carut-marutnya" pendidikan di Indonesia.

Sering kita lihat di berita dari mulai gedung sekolah yang ambruk, atap bolong, tembok bolong, satu ruang dua kelas, beli ijazah, contek menyontek dari mulai siswa sampai penataran guru, sengketa tanah kampus, protes ujian, kurikulum yang ganti-ganti, siswa ranking 1 terus tidak lulus saat UN, korupsi dana BOS, tidak merata sampai ke wilayah, dan lainnya. Mungkin banyak lagi yang bisa anda sebutkan dari "carut-marutnya" pendidikan di Indonesia.

Siapa yang salah?
Pemerintah? (Depdiknas, Mendiknas, Depdikbud, dll.)
Orang tua?
Siswa???? (Apaaa!!??)

Semoga mulai tanggal 2 Mei 2012 ini, pendidikan Indonesia bisa maju, ga usah muluk-muluk, maju selangkah saja udah cukup. :)
Mari kita semua yang membaca post ini, berdoa bersama-sama. Berusaha dari hal kecil..

Jumat, 27 April 2012

Campus Live

Siang tadi saya nonton nih presentasi para peserta lomba blog Widyatama Informatics Festival. Tema kali ini "campus live", sayangnya masih ada saja peserta yang berpikiran campus = perguruan tinggi. Alhasil mereka pun terjebak dan kesulitan mengungkapkan gagasannya di karena mereka belum mengalami kehidupan perguruan tinggi. Beruntung ada beberapa yang sudah bisa menangkap istilah kampus yang berarti tempat lokasi pendidikan berlangsung mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan tentu saja PT.

Sampe-sampe nih, ada yang sampai menulis klasifikasi mahasiswa, ketika ditanya dia dapet dari kaka kelasnya (survey, wawancara, dsb.), walau saya sendiri juga bingung dia mengklasifikasikan atas dasar teori apa.. :D
Peserta yang lain, cara bicaranya bagus, dan skill public speaking-nya outstanding!! Tapi..... benar seperti yang saya kira, saat peserta itu presentasi seketika acara berubah menjadi seminar motivasi.
Peserta yang lain lagi, terkesan geje dan alay, dengan tulisan plat nomor terpajang di slidenya. Dan sedikit gemulai.

Yang saya sadari, ternyata campus live itu cakupannya luas. Bisa dilihat dari beberapa aspek. Kiri kanan atas bawah depan belakang luar dalam dan lebih banyak lagi. Saat kita berusaha melihat dari beberapa atau semua sisi, itulah yang menjadikan "campus live"

Senin, 16 April 2012

Hombu Instruction Video

Sedang youtube-ing, ternyata saya nemu video "Hombu Instruction". Terdiri dari 6 part, dan sangat bagus menjelaskan dasar-dasar aikido. Walaupun dalam bahasa Jepang, subtitlenya ga ada. Akhirnya hanya nebak-nebak aja deh. Penjelasannya dari Doshu Moriteru Ueshiba, waktu masih hitam rambutnya. :D






Rabu, 04 April 2012

Old Movie Review: The Rainmaker

The Rainmaker adalah film tahun 1997, dan selalu seru ditonton, juga menimbulkan greget. Kenapa? Karena film ini tentang hukum, dan pastinya banyak adegan di pengadilan seperti beberapa film lain.

Dibuat dari novel dengan judul yang sama oleh penulis novel yang bertema hukum, John Grisham. Film ini diperankan oleh Matt Damon dan Danny DeVito.

Bercerita tentang seorang sarjana hukum yang baru saja lulus Rudy Baylor (Matt Damon) menjalani kasusnya yang pertama kali untuk menuntut Great Benefit, sebuah perusahaan asuransi besar karena tidak mau membayar klaim asuransi kliennya.

Kliennya adalah ibu dari seorang pemuda yang mati karena leukemia, satu-satunya cara untuk menyelamatkannya adalah dengan donor sumsum tulang belakang, namun Great Benefit tidak mau membayar.

Selain itu Rudy juga harus membantu wanita yang dicintainya yang atas masalahnya dengan sang suami yang selalu memukul, hingga berakhir pada kematian suaminya.

Bagi para pecinta film hukum dan persidangan, pasti akan menyukai film ini.
Pokoknya ga nyesel nonton film lama yang bagus kaya gini! :D

Kamis, 08 Maret 2012

Lena dan Pengolahan Citra

Bagi yang pernah mempelajari pengolahan citra atau image processing, pasti tidak asing dengan gambar yang satu ini:
"Lena" atau "Lenna"
Tapi tidak semua orang mengetahui foto siapakah itu, dan mengapa foto itu menjadi salah satu citra yang paling sering digunakan (konon merupakan gambar standar de facto) dalam testing pengolahan citra digital. Dan kali ini postingan saya akan mengungkapnya secara tuntas dan tajam, setajam sssilet.

Mari kita mulai dari sang model foto, gambar itu adalah foto seorang model bernama Lena Söderberg (lahir di Swedia, 31 Maret 1951), yang diambil oleh Dwight Hooker.

Foto itu adalah fotonya saat muncul di majalah Playboy sebagai centerfold (gambar dua halaman di bagian tengah majalah) edisi November 1972.

Kisah awal Lena:
Pada sekitar Juni atau Juli 1973, Alexander Sawchuk (seorang Professor di SIPI USC), bersama asisten profesor, alumnus, dan manajer lab SIPI sangat sibuk mencari gambar untuk di-scan ke paper untuk konferensi koleganya.

Mereka tidak menemukan gambar yang cocok, mereka mencari gambar yang glossy dan harus wajah manusia. Hingga tiba-tiba seseorang datang ke lab tersebut dan membawa majalah Playboy edisi November 1972, yang tentunya bergambar Lena.

Seorang teknisi yang tidak diketahui mencopot tiga teratas gambar centerfold Lena tersebut , lalu dipasangkan di sebuah frame untuk kemudian discan menggunakan Muirhead Wire Machine (sejenis alat fax jaman dahulu, ditemukan oleh Alexander Muirhead).

Alat itu memiliki ukuran fixed 100 baris tiap inchi, karena tim peneliti hanya ingin 512×512, maka mereka mengambil 5,12 inchi teratas gambar, yang secara kebetulan memotong di bahunya. (Sebenarnya mereka menggunakan gambar tersebut saat itu tanpa ijin dari majalah Playboy).

Kisah detailnya ada dalam artikel di newsletter IEEE Professional Communication Society edisi Mei 2001 yang ditulis oleh Jamie Hutchison.

Siapakah teknisi yang tidak diketahui tersebut?
Menurut email dari Chuck McManis pada 29 Oktober 1999, dia menyatakan bahwa teknisi yang meng-scan gambar Lena adalah Dr. William K. Pratt, yang menulis buku tentang pengolahan citra dan membutuhkan gambar standar untuk percobaan.

Dalam waktu yang cukup lama gambar asli Lena (yang dilepas dari majalah) tersimpan di lemari di laboratorium. Chuck McManis mendatangi lab itu pada 1997, namun sudah banyak perubahan dan gambar Lena tidak ditemukan.

Format awal distribusi gambar Lena menggunakan pita magnetik 1600 BPI 9-track dimana setiap warna (R, G, dan B) disimpan terpisah.

Kenapa menggunakan gambar Lena?
Menurut David C. Munson, seorang kepala editor di IEEE Transactions on Image Processing (Januari 1999) mengatakan  “Pertama, gambar memiliki campuran detail yang bagus, bagian yang datar, shading, dan texture yang akan bekerja bagus pada macam-macam algoritma pengolahan citra. Ini adalah gambar yang bagus! Kedua, citra Lena adalah gambar  seorang wanita yang menarik. Tidak mengherankan komunitas riset pengolahan citra (kebanyakan laki-laki) cenderung memilih gambar yang menurut mereka menarik.”

Kontroversi.
Ternyata ada kontroversi dalam penggunaan gambar Lena ini. Diantaranya adalah karena sumber gambar ini sendiri, yaitu majalah Playboy. Dan kontroversi lain adalah karena pelanggaran hak cipta gambar ini. Pihak Playboy sempat berniat untuk menuntut pelanggaran ini, namun dibatalkan karena fenomena yang ada.

“The First Lady of The Internet”
Sejak lebih dari 25 tahun yang lalu, tidak ada gambar yang lebih penting dalam sejarah telekomunikasi citra digital. Maka karena itulah saat konferensi perayaang 50 tahun IS&T  Lena dianggap sebagai “The First Lady of The Internet.” 

Bagaimana kabar Lena sekarang?
Pada tahun 1988, Lena baru mengetahui fotonya digunakan dalam riset saat dia diwawancarai oleh media Swedia dalam bidang komputer.
Terakhir dikabarkan dia tinggal di Stockholm, Swedia. Sudah menikah tentunya dan memiliki tiga anak. Kini dia bekerja di agensi pemerintah yang menolong para penyandang cacat bekerja menggunakan komputer.

Pada konferensi perayaan 50 tahun IS&T di Boston bulan Mei 1997, Lena diundang ke konferensi tersebut dan tampil untuk mempresentasikan tentang dirinya dan sibuk memberi tanda tangan bagi hampir semua orang di sana. Dalam konferensi itulah dia disebut sebagai “The First Lady of The Internet”

Dia berkata kepada reporter Wired “Mereka semua pasti bosan denganku, melihat gambar yang sama bertahun-tahun.”

Dan inilah foto Lena saat itu:
Lena bersama Jeff Seideman
(presiden IS&T wilayah Boston)

Dimana bisa mendapatkan gambar digital Lena yang asli?
Anda bisa menemukannya di USC SIPI Image Database di bagian “miscellaneous” bersama gambar lain untuk keperluan riset. Formatnya adalah TIFF, berukuran 512×512, dan dengan ukuran 768 Kb.


Trivia!
Majalah Playboy edisi November 1972 tersebut adalah edisi dengan penjualan terbanyak selama ini, yaitu terjual sebanyak 7.161.561 eksemplar.

Penutup…
Lena adalah legenda, gambarnya digunakan secara luas dalam riset ataupun materi kuliah yang berhubungan dengan pengolahan citra.

Sekian kisah Lena atau Lenna ini.
Terima kasih sudah membaca. :)

*Disadur dari beberapa sumber, salah satunya Wikipedia!

Minggu, 04 Maret 2012

Movie Review: The 1911 Revolution

Film yang berjudul 1911 atau The 1911 Revolution atau Xinhai Revolution atau Xinhai Geming atau ini adalah film ke-100 nya Jackie Chan, dan dirilis akhir tahun 2011.

Film ini menceritakan tentang perjuangan Huang Xing  yang diperankan oleh Jackie Chan dan Sun Yat-sen yang diperankan Winston Chao dalam menggulingkan pemerintahan imperial terakhir di RRC waktu itu, yaitu dinasti Qing.

Dinasti Qing waktu itu adalah keadaan yang sangat kacau, kedaulatan negara sudah hancur, para mentri yang korup, dan kehabisan dana. Akhirnya mereka menggadaikan rel kereta api. Hingga digambarkan Cina waktu itu bagaikan potongan pizza yang diperebutkan oleh Inggris, Jerman, Prancis, dan beberapa negara lain.

Jackie Chan bersama gerakan Tongmenghui-nya yang berisikan pemuda, memimpin satu pemberontakan di Guangzhou, namun gagal. Kabar baiknya, pemberontakan itu memunculkan pemberontakan lain di daerah lain pula.

Di saat yang sama Sun Yat-Sen berjuang di luar negeri, berusaha mengumpulkan dana untuk pemberontakan, namun karena pemberontakan di Guangzhou pun gagal, pengumpulan dana dibatalkan.

Pemerintah Qing pun berusaha mendapatkan uang dari bank luar negeri, agar bisa melawan pemberontakan. Akhirnya setelah dirayu oleh Sun Yat-Sen, para delegasi negara-negara yang akan meminjamkan uangnya, berubah pikiran dan menunda memberikan pinjaman.

Di istana, Yuan Shikai menceritakan kepada ratu dowager, kaisar, dan para menteri kisah revolusi Prancis, dan dipenggalnya raja Louis ke-16. Hingga membuat ratu dowager menangis ketakutan.
Pada 12 Februari 1912, kerajaan Qing berakhir.

Film ini adalah film sejarah tentunya, tapi mungkin ada fiksinya, saya sendiri tidak tahu faktanya. Film yang berasal dari kisah nyata apalagi tentang sejarah dan pemberontakan atau kudeta, selalu menarik perhatian saya. :D

Sabtu, 03 Maret 2012

D-Day: Bimbingan KP

Akhirnya, setelah 3 bulan kartu kuning (kartu bimbingan KP yang warnanya kuning, padahal bentuknya kertas A4, kenapa disebut "kartu"??) jadi, saya baru bimbingan kp jumat kemarin, revisi bab 1 yang saya buat dengan sedikit expressssssss dari bab 1 nya orang lain, baca-baca punya tu orang, hapusin paragraf yang beda dengan topik saya, ketik-ketik kalimat yang sesuai topik saya, save as.. :D

Ternyata saat bimbingan ada yang tertinggal juga dari naskah aslinya. Yah...

Bimbingan yang hanya 10 menit-an itu ga kerasa banget, dan bu ina bilang langsung ke bab 4, analisis. Yahh lumayan lah. hehehe.. :D :D

Pas ditanya "aplikasinya udah belum?", saya jawab dengan singkat "belum". Dan itulah yang menjadi fokus utama saya sekarang... :D

Kamis, 01 Maret 2012

Minamoto no Yoritomo

Judulnya novel pertama, tapi bukan novel hasil karangan saya yang pertama.
Maksudnya adalah novel pertama yang saya beli (kalo ga salah). :D

Novel ini baru terbit akhir Februari kemaren, judulnya Minamoto no Yoritomo, dan ini yang pertama dari dwiloginya. Sejak baca komik Shanaou Yoshitsune, saya tertarik dengan klan Heike (keluarga Taira) dan klan Genji (keluarga Minamoto). Yang berakhir (sepertinya) menjadi menyukai karangan lain penulisnya.

Mungkin harusnya saya membeli The Heike Story dulu, tapi ya sudahlah. Jodohnya sama buku ini dulu.
Buku ini karangan Eiji Yoshikawa, sebuah penulis hebat dalam fiksi sejarah.

Ada yang aneh di hari Kamis ini, sepulang ngasdos pengolahan citra tiba-tiba badan saya seperti dihipnotis, biasanya saya pulang ke rumah, ini malahan langsung ke togamasa. Masuk, ambil buku ini, liat-liat sebentar, lalu bayar dan pulang.

Setelah beli buku ini saya mikir di motor, "Buat apa beli buku ini? Kan pasti ada ebooknya?".
Tapi setelah ingat postingan saya ttg buku cetak vs. buku digital, saya pun ingat bahwa buku digital pun tidak akan mengalahkan nikmatnya membaca dari kertas dalam bentuk sebuah buku.

Ini saya juga baru beli loh, jadi ga ada resensi. :D
Next, saya pengen beli The Heike Story, dan Shin Suikoden Jilid 1.

Edit: Setelah dibaca buku ini menceritakan Yoritomo sejak umur 13 tahun saat terpisah dari bapaknya Yoshitomo, hingga pernikahannya dengan Masako putri Houjou Tokimasa. Dan sedikit tentang Ushiwakamaru (Minamoto no Kurou Yoshitsune) dari saat bayi masih menyusui, dikirim ke gunung Kurama, hingga sekitar 16 tahun-an saat upacara kedewasaan. (5/3/2012)

Minggu, 19 Februari 2012

Pelajaran dari Statistik Blog (2)

Setelah mulai bolong dan bolongnya makin sering dan makin berjejer, saya melihat ke statistik blog saya.
Dan ternyata, pageviewsnya berkurang 800an di Desember 2011, turun 200 dari 1000an saat November. Dan terus menurun hingga Januari.

Pelajaran kali ini adalah inkonsistensi akan membawa dampatk yang tidak baik.
Mungkin inkonsisten dalam hal kecil tidak apa-apa pada awalnya, namun akan menjadi tidak baik saat inkonsistensi itu menjalar ke hal-hal yang penting, apalagi menjadi kebiasaan di semua kehidupan.

Yah mungkin biasakanlah konsisten, penurunan pasti ada, tapi peningkatan yang lebih tinggi haruslah ditunggu. :D

Sabtu, 18 Februari 2012

Old Movie Review: Radio

Radio, film tahun 2003.  Menceritakan tentang James Robert "Radio" Kennedy, adalah seorang anak dengan kebutuhan khusus. Setiap hari dia berjalan berkeliling dengan membawa radio, hal yang disukainya, dimana dia mendapat julukannya, "Radio".

Suatu hari dia "ditemukan" oleh pelatih Harold Jones. Dan dia menjadi sahabatnya. Radio pun akhirnya membantu tim futbal dan basket SMA T.L. Hanna, dimana Harold Jones bekerja dan menemukannya.

Hal yang menyenangkan dari film ini adalah saat dia disukai oleh warga kota dan juga civitas sekolah. Dia menjadi bagian dari komunitas sekolah, dimana dia menegur yang berlari di lorong dan berbicara di radio sekolah. Dan dia diizinkan masuk di kelas 11 selama yang dia mau.

Film ini mengisahkan tentang ketulusan dan kasih sayang. Bagaimana ketulusan hati seorang Radio yang polos, dan quote terbaik dalam film ini menurut saya adalah "Kita tidak mengajari Radio, tapi Radio mengajari kita".

Jumat, 10 Februari 2012

KP: Start

Akhirnya saya mulai juga nulis laporan KP. Walau agak tersendat-sendat. Dengan kalimatnya dapet nyontek dari laporan orang lain, baru deh saya dapet inspirasi. hehehe

Harusnya saya hari ini bimbingan, tapi ditunda dulu aja deh, soalnya kemaren-kemaren ga sempet soalnya ibu masih sakit.

Semoga aja deh penulisan KP dan aplikasinya bisa lancar jaya tanpa gangguan. Kalau gangguan males sih udah ada dari dulu.

Yoooiii!! Mari kita mulai KP nya! Yeah!

Sabtu, 21 Januari 2012

Megaupload dan SOPA PIPA

Berkait SOPA dan PIPA di postingan saya yang lalu. Ternyata FBI dan Departemen Kehakiman AS telah memaksa menutup salah satu situs file sharing terpopuler, Megaupload.
Megaupload ditutup karena terdapat banyak konten-konten bajakan seperti film-film terbaru.

Berhubungan dengan SOPA dan PIPA, semua situs yang mendukung terjadinya pembajakan akan ditutup. Dan termasuk situs file sharing.

Lebih jauh lagi, apa lagi yang kiranya akan menjadi korban?

Menurut gosip yang beredar, SOPA dan PIPA adalah lobi dari pihak Hollywood karena sakit hati atas banyaknya pembajakan produk Hollywood. Dan gosip juga, para penentang yang belakangan melakukan protes melalui situsnya merupakan kubu Silicon Valley. Silicon Valley adalah daerah dimana banyak perusahaan bisnis hi-tech. Diantaranya Google, Yahoo, Facebook, Cisco, dan banyak lainnya.

Megaupload sudah online kembali, tapi tidak dengan domain megaupload.com.
Hal ini sama seperti efektivitas SOPA dan PIPA di postingan saya sebelumnya. Dimana situs yang ditutup bisa dengan cepat muncul kembali. Namun kali ini megaupload tidak menggunakan nama domain, tapi masih menggunakan IP address 109.236.83.66.

Yap, kita lihat saja situs mana lagi yang akan ditutup. :D

Kamis, 19 Januari 2012

SOPA dan PIPA: Apa itu?

Belakangan dunia internet ramai membahas yang namanya SOPA dan PIPA. Tapi masyarakat awam pasti bingung. Makhluk apakah itu? Apa wujudnya? Kenapa ramai diperbincangkan?
Di sini saya hadir sebagai pemberi informasi inti tentang SOPA dan PIPA. Kalau saya ada kesalahan mohon dikoreksi.


SOPA dan PIPA adalah rancangan Undang-Undang di Amerika Serikat. Jadi rancangan ini belum sah menjadi undang-undang, baru rancangan saja.

SOPA (Stop Online Piracy Act)
SOPA dikeluarkan oleh United States House of Representatives (seperti DPR di Indonesia), bertujuan untuk mencegah pembajakan atau pelanggaran hak cipta juga hak atas kekayaan intelektual di dunia internet, seperti pembajakan lagu, film, atau barang tiruan alias kw.

Siapa yang terancam?
Semuanya. Misal jika Anda membuat blog di wordpress atau blogger dan menyediakan link download film bajakan, maka domain itu akan di blok, atau setidaknya situs itu akan di blok oleh ISP, pokoknya semua situs yang mendukung pembajakan itu termasuk file hostingnya seperti rapidshare.
Contoh lain misalnya user yang mengupload tanpa izin video yang memiliki hak cipta ke Youtube, maka akan dihukum lima hingga sepuluh tahun penjara, atau mungkin juga Youtube itu diblok.

Bagaimana efektivitasnya?
Menurut Edward J. Black, presiden dan CEO dari Computer & Communication Industry Association, aturan ini tidak akan berpengaruh bagi usaha menghentikan pembajakan. Karena dengan mudahnya situs yang diblok muncul kembali dengan perubahan nama.

PIPA (PROTECT IP Act)
PROTECT IP Act dengan nama resmi Preventing Real Online Threats to Economic Creativity and Theft of Intellectual Property Act of 2011, dikeluarkan oleh Senat Amerika Serikat. RUU ini mirip dengan SOPA namun lebih sadis, karena menyangkut luar AS.

Siapa yang terancam?
Semuanya, bahkan di luar AS. Sama seperti SOPA, namun RUU ini akan mengijinkan pemerintah AS dan perusahaan pemegang hak cipta (misal film) untuk menarget situs yang menyediakan konten yang memiliki hak cipta. Termasuk situs yang memberi jalan (link) ke situs tersebut, misal Google atau Yahoo agar (i) menghapus akses ke situs pembajakan tersebut (tidak menampilkan hasil pencarian), atau (ii) tidak memberi link ke situs tersebut (yang ini saya kurang mengerti -red).

Bagaimana efektivitasnya?
Mungkin akan kecil sama seperti SOPA, namun berhubung PIPA ini melibatkan mesin pencari dimana situs awal orang mencari situs lain, mungkin akan cukup lebih berdampak situs pembajakan sulit ditemukan.

Kita lihat saja bagaimana RUU ini nantinya. Yang jika disahkan akan sangat berdampak pada dunia per-internet-an. :D

Selasa, 17 Januari 2012

Movie Review: Blue Swallow

Setelah enam hari tidak posting dikarenakan keasyikan main game. Akhirnya saya kembali posting dengan review film tahun 2005 dari Korea dengan judul Blue Swallow.

Blue Swallow atau dalam bahasa Korea berjudul Cheong-Yeon ini bercerita tentang Park Kyung-won, salah satu pilot wanita generasi pertama di Korea. Walaupun saat itu dia belajar di sekolah penerbangan Jepang.

Sejak kecil Park Kyung-won bercita-cita menjadi pilot, akhirnya dia memutuskan pergi ke Jepang. Di sana dia bertemu rivalnya Gibe Masako, namun akhirnya menjadi sahabat karena dia menyelamatkan Gibe saat berduel reli pesawat.

Di Jepang dia bertemu Han Ji-hyuk, orang Korea yang menjadi tentara Jepang, mereka pun menjadi sepasang kekasih.

Suatu hari, temannya yang akan mengikuti turnamen penerbangan di bagian turnamen ketinggian meninggal saat latihan. Dia pun diharuskan menggantikannya oleh pimpinan sekolah, karena kemampuannya yang luar biasa diakui oleh pelatihnya.

Tidak disangka dia membuat sekolahnya memenangkan turnamen dengan terbang setinggi 4500 meter. Dia pun semakin menjadi terkenal hingga akan melakukan penerbangan jarak jauh dari Jepang ke daerah RRC.
Penggalangan dana pun diadakan, namun antusias orang Korea sangat kecil karena Park Kyung-won di anggap berkhianat karena dia terbang atas nama Jepang.

Pada 7 Agustus 1933, dia lepas landas dari bandara Haneda di Tokyo. Sekitar 42 menit kemudian, karena cuaca yang buruk, pesawatnya jatuh dan Park Kyung-won meninggal, di dekat Hakone, prefektur Kanagawa. Setelah sebelumnya dia diperintah kembali, namun menolak dan memutuskan tetap terbang.

Film ini mengajak kita terus menatap layar tanpa berkedip, terutama saat dia berlomba. Diiringi dengan musik yang sangat pas dengan keadaan, dan tidak akan bosan disaksikan beberapa kali. Film ini merupakan salah satu film yang harus disaksikan bagi para pecinta film dengan cerita yang bagus (???) :D.

Selasa, 10 Januari 2012

Buku Cetak vs Buku Digital

Sudah banyak sekali postingan-postingan para blogger-blogger di dunia tentang buku cetak vs buku elektronik. Dan mereka mengungkapkan pandangan masing-masing. Termasuk saya.


Ebook memang praktis, bisa "masuk" flashdisk yang kecil, tidak perlu kertas. Yang katanya menghemat kertas yang harus menebang pohon.

Tapi, buat saya membaca ebook itu sangat tidak nyaman, mungkin karena harus di depan laptop. Berhubung saya tidak punya sejenis ebook reader. Menatap layar laptop itu bukan hal yang menyenangkan, walaupun saya sendiri bisa memakan waktu lama untuk online facebook.

Itulah salah satu alasan saya, kenikmatan membaca buku tercetak itu tidak ada duanya. Memang ebook memberi kemudahan. Kira-kira sama seperti kamera analog vs kamera digital.

Soal go green, buku memang terbuat dari kayu pohon, belum lagi plastik untuk bungkus, juga listrik untuk menghidupkan mesin cetaknya. Solusinya, mungkin seharusnya para penerbit itu menggunakan kertas daur ulang, lalu covernya sudah termasuk laminasi. Lalu untuk menebang pohon, pilih yang sudah tua. Dan solusi lain yang tidak saya ketahui.

Tapi perlu diingat baca ebook bukan berarti nol atau tanpa efek buruk sama sekali. Ebook reader atau laptop atau ipad, pun membutuhkan emisi untuk membuatnya. Belum lagi harus di charge kalau baterainya habis. Solusinya, kata orang yang sudah menggunakan laptop, ipad, dan ebook reader, menggunakan ebook reader jauh lebih nyaman bagi mata ketimbang ipad dan laptop. Solusi untuk emisi manufaktur device tersebut, terapkan ilmu green computing.

membaca buku kertas itu, saat wangi kertasnya tercium, saat suara membalik halamannya terdengar, saat menyelipkan pembatas buku, dan saat mengatur buku di rak buku. Semuanya ada kenikmatannya tersendiri, yang mungkin tidak akan tergantikan oleh ebook.

Buat saya, buku tercetak tidak akan hilang. Dan tidak akan kehilangan pasar, juga akan selalu ada di hati para pecintanya sendiri.

Senin, 09 Januari 2012

Semangat Membaca

Entah kenapa mendadak saya pengen beli novel, bukan novel teenlit yang pasti, bukan novel twilight atau harry potter yang pasti.

Kali ini novel yang ingin saya beli adalah The Heike Story, versi novel dari Heike Monogotari atau The Tale of the Heike. Novel epik ini menceritakan Kyoto abad ke-12. Yang saat berjayanya klan Heike atau Taira dengan tokohnya Kiyomori. Melawan klan Genji, dengan tokohnya yang populer Yoshitsune.

Setelah pergi ke toko buku diskon terdekat, saya cari buku itu dan liat harganya. Yak, harganya cukup bagus. Sekitar 90.000an. Insya Allah saya mau beli setelah gajian asdos cair. Hehehe...

Setelah keliling-keliling, saya pun liat novel historik lain. Dan saya pun tertarik. Wajar, saya sendiri menyukai kisah historis dan kisah nyata. Tapi bukan berarti tidak menyukai yang lain.

Budaya membaca di Indonesia memang kurang. Kemarin saya, kakak, pacarnya, dan ibu mengobrol. Tentang bagaimana sepinya perpustakaan daerah Bandung. Di Indonesia, perpustakaan itu tempat yang angker, sepi, dan horror bagi sebagian orang. Kalau lihat perpustakaan luar negeri, kesannnya bersih, terang, dan ramai. Gak cuman di film aja, tapi di dokumenter juga.

Habis gimana, orang tua sekarang facebookan mulu, sama kayak saya. Tapi yang jelas, budaya yang baik itu harus diajarkan ke anak kecil sejak dini. Namanya juga kertas putih, ditulis-tulis akan tertulis terus sampai kertas itu tiada.

Yap, sekian postingan hari ini. Selamat malam.
Assallammu'alaikum.

Minggu, 01 Januari 2012

Greetings 2012

Akhirnya 2012 pun datang. Daripada dengerin "resolusi" artis-artis yang ga pengaruh ke kehidupan kita. Lebih baik mikirin diri sendiri, bagaimana menjadi orang yang baik dan benar. Sehingga bisa menjadi pengaruh yang baik ke orang lain. :D

Buat yang baca blog ini, jangan juga dengerin rencana saya di 2012. Karena belum tentu berpengaruh kepada Anda.

Rencana saya tahun ini adalah, beresin KP, beresin TA, dan beresin kuliah. Itu yang utama, yang lain-lain bagaimana keadaan aja. Misal ujian aikido ke Kyu 3. Tapi ga saya target, soalnya baru banget ke Kyu 4 nya.

Lalu yang pasti terus mendekatkan diri kepada Tuhan. Berhubung saya ini belum termasuk muslim yang sangat taat. Saya harus terus meningkatkan ketaqwaan. Hehe..

Mengenai film 2012 yang bilang 21 Desember 2012 adalah kiamat, orang Maya sendiri bilang kalau tanggal itu sendiri adalah pergantian kalender. Bukan kiamat. Bukan maksud apa-apa, cuman menenangkan saja. Ternyata ada interpretasi yang salah, dasar film, gampang banget jadi propaganda.