Langsung ke konten utama

Sembilan Bulan Sejak Enam Bulan

Judul di atas saya pilih mengingat kesedihan yang saya dan istri saya alami. Anak kami yang kedua, sejak umur 2 bulan, kenaikan berat badannya tidak signifikan. Sekitar bulan 4 dibantu Similac HMF, lumayan naiknya, tapi mengingat badannya makin besar, kebutuhan kalorinya juga meningkat, similac ini tidak lagi terlalu membantu.

Kemudian kebetulan saat imunisasi ke RS, curhatlah kami mengenai kenaikan berat badan itu, dokter menduga terkena TB. Maka pada hari itu juga anak kami dironsen, tes mantoux. Tiga hari kemudian, dilihat hasilnya, hasil ronsen menunjukkan citra TB paru, hasil mantoux lebih dari 1 cm kalau tidak salah, akhirnya divonis TB paru, umur anak kami saat itu enam bulan.

Setiap bulan diberi obat untuk 30 hari ke depan, dan kontrol dilakukan sebulan sekali, sekitar tujuh hari sebelum obat habis. Alhamdulillah obatnya gratis, program TB nasional, di struk di RS ada sih harganya, satu rupiah. Obatnya diminum harus saat perut kosong, berarti waktu yang cocok adalah 05.30 pagi, tunggu setengah jam sampai boleh menyusu. Sedih juga beberapa kali anak sempat menangis karena lapar di pagi hari, tapi ya bagaimana lagi. Warna obatnya merah, benar-benar "obat merah", dilarutkan pakai air sekitar satu sendok teh atau maksimal sendok makan. Urin dan feses pun menjadi merah (lebih ke jingga kalau di popok). Selain itu diberi juga Likurmin (curcuma), untuk membantu liver agar tidak rusak karena minum obat berbulan-bulan.

Enam bulan berselang, saat yang ditunggu tiba, berharap besar pengobatan berhasil, tapi ada kekhawatiran juga karena sempat dengar cerita ada yang tambah pengobatan sampai bulan kesembilan. Hasil ronsen diperiksa dokter, katanya ada perubahan tapi kurang signifikan, sehingga ditambah tiga bulan lagi. Atau jika berat badan naik ke delapan kilogram, boleh berhenti; sayangnya belum tercapai hingga bulan sembilan.

Akhirnya awal Februari ini, obat selesai, sembilan bulan. Kami berharap supaya tidak terkena lagi anak-anak kami, juga kami orangtuanya, dan semua orang lain. Alhamdulillah selama pengobatan anak kami tidak ada gangguan tumbuh kembang, kecuali berat badannya itu sendiri dan berjalan yang terlalu cepat. Anak tetap aktif, tukang manjat-manjat, gigi tumbuh sesuai waktunya.

Komentar